Jika Ekonomi Tumbuh 5,1 Persen, BI Tak Perlu Pangkas Suku Bunga

Selama pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil, Bank Indonesia (BI) dipandang tak perlu menurunkan suku bunga.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  17:34 WIB
Jika Ekonomi Tumbuh 5,1 Persen, BI Tak Perlu Pangkas Suku Bunga
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga riset regional Asean+3 Macroeconomic Reasearch Office (AMRO) menilai Bank Indonesia (BI) tidak perlu menurunkan suku bunga selama pertumbuhan ekonomi domestik tetap stabil. 

Kepala Ekonom AMRO Hoe Ee Khor menuturkan BI sangat andal dalam merespons situasi sepanjang tahun lalu, dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin (bps).

Saat ini, kondisinya berubah karena The Fed akan mulai menurunkan suku bunga seiring dengan pelemahan ekonomi di AS. Namun, penurunan Fed Fund Rate (FFR) mungkin baru akan terjadi pada semester kedua ketika ekonomi AS benar-benar menunjukkan pelemahan. 

Fenomena inverted yield curve memang telah terjadi di AS, di mana suku bunga jangka pendek lebih tinggi dibandingkan suku bunga jangka panjang (UST 10 tahun). Kondisi ini menunjukkan potensi resesi. 

Sementara itu, ekonomi Indonesia dinilai masih cukup stabil. AMRO memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik akan mencapai 5,1 persen pada 2019 dan 2020.

AMRO, sebut Khor, sama sekali tidak melakukan revisi ke bawah terhadap ekonomi Indonesia. 

Posisi yield suku bunga jangka panjang (SBN 10 tahun) masih berada di kisaran 7,6 persen atau turun dari level tertingginya tahun lalu sebesar 9 persen.  Alhasil, Khor menilai penurunan suku bunga acuan di dalam negeri akan bergantung pada kondisi pertumbuhan ekonomi. 

"Jika ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen, maka tidak ada alasan kuat untuk melakukan penyesuaian suku bunga," tegasnya. 

Menurut Khor, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan terdampak oleh kondisi perang dagang seperti negara-negara lain. Pasalnya, Indonesia tidak masuk ke dalam rantai pasok global seperti Thailand, Malaysia, ataupun Vietnam.

Kendati demikian, BI dinilai tetap memiliki ruang penurunan suku bunga seiring dengan rendahnya inflasi di dalam negeri. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, Suku Bunga

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top