Moody’s : Digitalisasi Sokong Pertumbuhan Bank Syariah

Moody’s Investor Service melaporkan bahwa digitalisasi akan menyokong pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  10:49 WIB
Moody’s : Digitalisasi Sokong Pertumbuhan Bank Syariah
Moody's Investor Service - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Moody’s Investor Service melaporkan bahwa digitalisasi akan menyokong pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia dan Malaysia. Hal ini sejalan juga dengan dukungan pemerintah untuk menstimulus ekonomi syariah.

"Didukung oleh profitabilitas yang kuat, bank-bank Islam di Malaysia dan Indonesia meningkatkan investasi mereka dalam digitalisasi, yang seharusnya membantu industri berkembang dengan biaya yang lebih rendah," kata Wakil Presiden dan Analis Senior Moody Simon Chen, mengutip keterangan resmi, Rabu (3/6/2019).

Dia melanjutkan bahwa digitalisasi umumnya membantu bank mengurangi biaya operasional. Selain itu, belanja digital juga memungkinkan perusahaan merampingkan dan mengotomatisasi proses. Lebih lanjut, hal itu akan menurunkan beban untuk melayani nasabah.

Manfaat lain dari digitalisasi, untuk bank syariah pada khususnya, adalah membantu mereka ekspansi jaringan tanpa perlu menambah kantor cabang. Seperti diketahui, jaringan merupakan satu kunci bank untuk meningkatkan pendapatan.

"Kami lebih lanjut percaya pemerintah Malaysia dan Indonesia akan tetap berkomitmen untuk mengembangkan perbankan Islam, dengan keduanya berada di jalur untuk memenuhi target pertumbuhan ambisius mereka untuk sektor ini," kata Chen.

Menurut Chen, regulator di kedua negara tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga mengarahkan bank untuk mengatasi risiko yang muncul terkait dengan nilai-nilai tata kelola lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan (LST). Semua itu dilakukan sembari mengejar pertumbuhan pembiayaan.

Malaysia, yang telah memimpin kawasan Asean dalam upaya regulasi untuk mendukung perbankan Islam, telah memperkenalkan kerangka kerja untuk memasukkan nilai-nilai LST dan tata kelola risiko.

Moody's berharap perkembangan ini akan menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi bank yang mengikuti prinsip syariah.

Sementara itu, di Indonesia, inisiatif pemerintah baru-baru ini untuk meningkatkan ekonomi halal akan meningkatkan kesadaran layanan keuangan Islam. Dengan demikian, hal itu akan membantu sektor perbankan syariah berkembang.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset bank syariah per April 2019 naik 12,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp476,24 triliun.

Kendati tumbuh lebih tinggi secara persentase dibandingkan dengan bank konvensional, tetapi pangsa pasar bank syariah belum banyak bergerak. Sejak awal tahun hingga bulan keempat, pangsa pasar perbankan syariah 5,9%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank syariah, moody's

Editor : Emanuel B. Caesario
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top