BTN Siap Mencetak 1.000 Developer Baru, Berminat?

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akan mencetak 1.000 calon pengembang baru pada tahun ini.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  17:51 WIB
BTN Siap Mencetak 1.000 Developer Baru, Berminat?
Karyawati PT Bank Tabungan Negara Tbk memberikan penjelasan mengenai produk perbankan kepada nasabah di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. akan mencetak 1.000 calon pengembang baru pada tahun ini.

Direktur Legal, Risk and Compliance BTN R Mahelan Prabantarikso menyampaikan, pengembang atau developer baru sangat membantu perseroan dalam meningkatkan bisnis kredit pemilikan rumah perseroan.

"Oleh karena itu, target untuk tahun ini, kami bisa mencetak sekitar 1.000 calon developer,” katanya seperti dikutip dari siaran pers BTN, Selasa (1/10/2019).

Dia menyampaikan, perseroan memiliki program Mini MBA in Property yang digelar oleh Housing Finance Center (HFC) Bank BTN dengan Sekolah Bisnis & Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB). Program ini telah berjalan sejak 2016.

Menurutnya, program School of Property dan Mini MBA of Property hasilnya sangat efektif. Dari hasil survei, setidaknya 70% sudah menjadi pengembang dan selebihnya banyak yang mendirikan perusahaan.

Bahkan, perumahan yang dibangun oleh pengusaha properti lulusan School of Property dan Mini MBA of Property telah menyumbang bisnis perumahan BTN sekitar 40% terutama rumah subsidi. 

"Untuk itu BTN akan terus melakukan edukasi terhadap generasi milenial agar tertarik menjadi pengusaha properti," ujarnya.

Mahelan berpendapat masalah perumahan tidak hanya berasal dari demand tetapi ekosistem perumahan juga perlu menciptakan supply. Untuk itu, BTN secara aktif menjadi integrator baik dari sisi pembiayaan, menciptakan demand dan menyediakan supply.

"Dari sisi supply jumlah pengembangnya kurang banyak. Apalagi backlog yang mencapai 11,4 juta ditambah kebutuhan rumah 400.000 setiap tahunnya maka jumlah pengembang yang mencapai 5.000 sampai 6.000 masih kurang. Sehingga perlu diciptakan pengembang-pengembang baru khususnya dari generasi muda," jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top