Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkat Inklusi Keuangan Diklaim Tembus 75%

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih dari 75%.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  15:45 WIB
Tirta Segara - Antara
Tirta Segara - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih dari 75%.

Klaim itu disampaikan Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara. Menurutnya, data inklusi keuangan ini berasal dari survei terbaru yang dilakukan OJK.

“Oleh OJK bulan Oktober ditetapkan sebagai Bulan Inklusi Keuangan. Ada beberapa alasan kami ingin mendorong tingkat inklusi, akses keuangan masyarakat tetap meningkat dan minggu ini jadi puncaknya bulan inklusi keuangan. Kami juga bersinergi dengan lembaga jasa keuangan dan BI untuk lakukan Finexpo,” ujar Tirta dalam Konferensi Pers Finexpo dan Sundown Run di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

OJK sejak 2013 rutin menggelar survei nasional literasi dan inklusi keuangan. Survei ini digelar tiap 3 tahun sekali.

Saat survei dilakukan pertama kali pada 2013, tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat berturut-turut sebesar 21,84% dan 59,74%. Kemudian, pada survei 2016 nilai literasi dan inklusi keuangan meningkat masing-masing 29,66% dan 67,82%.

Tahun ini, OJK menargetkan tingkat literasi keuangan masyarakat mencapai 35%, dan inklusi menyentuh 75%.

Menurut Tirta, dalam waktu dekat OJK akan merilis hasil survei terkini seputar inklusi dan literasi keuangan. Dari hasil kajian data sementara, diketahui tingkat inklusi keuangan sudah naik melebihi target yang tercantum di Perpres Strategi Nasional Perlindungan Konsumen Nomor 50 Tahun 2017.

“Saya enggak tahu berapa lama [tingkat literasi mengejar inklusi keuangan]. Tapi hasil survei terbaru ini tingkat literasi naiknya bisa jauh lebih dari target. Kalau inklusi kan karena sudah tinggi, mau naik tinggi sekali agak sulit. Literasi masih bisa didorong lagi, kami akan dorong terus,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inklusi keuangan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top