Kesadaran Investasi Generasi Milenial Rendah, Konsumsi Masih Tinggi

Kaum milenial lahir di masa dengan kemudahan akses dalam segala aspek, mulai dari pelayanan reservasi destinasi wisata, berbelanja, membeli makanan, sampai dengan lembaga keuangan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 November 2019  |  14:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kaum milenial lahir di masa dengan kemudahan akses dalam segala aspek, mulai dari pelayanan reservasi destinasi wisata, berbelanja, membeli makanan, sampai dengan lembaga keuangan.

Hal ini menyebabkan sebagian besar milenial memiliki tingkat konsumsi yang tergolong tinggi. Dengan menggunakan penghasilan bulanannya, kaum milenial lebih tertarik untuk menggunakan pendapatan yang dimiliki untuk pengalaman dan lupa untuk menyisihkan sebagian pendapatan yang dimiliki untuk investasi, dana darurat ataupun asset.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wharton Pension Research Council, milenial harus menyisihkan 40% dari penghasilannya untuk masa depan. Agar dapat menikmati standar hidup di masa pensiun yang layak.

Padahal saat ini rata-rata milenial hanya menyisihkan kurang dari 10% penghasilannya untuk masa depan. Jika kebiasaan yang dimiliki oleh kaum milenial ini tetap dilakukan, maka sebagian besar milenial terancam tidak bisa memiliki asset apapun. Tentu hal ini sangatlah mengkhawatirkan bagi keberlangsungan masa depan para milenial itu sendiri. 

Junior Sambyanto, Business Development Director Lakuemas kebanyakan generasi milenial hidup dengan memegang konsep ‘You Only Live Once’ hingga memiliki tingkat impulsivitas yang sangat tinggi untuk masa kini dan melupakan masa depan.

Dana darurat dan investasi tentu tidak menjadi prioritas. Walau generasi ini memiliki awareness yang cukup tinggi terhadap pentingnya investasi dan ragam produk investasi.

Dia mengatakan cara investasi yang paling sering digunakan adalah dengan menabung. Sangat disayangkan padahal ada banyak sekali cara berinvestasi yang tentunya lebih menguntungkan bagi masa depan. Salah satunya adalah dengan membeli emas, memang mungkin terdengar sangat old fashion, tapi emas merupakan produk instrumen jangka panjang yang sangat menguntungkan karena nilainya sampai saat ini cenderung masih terus naik, aman dan mudah untuk dicairkan.

"Bahkan ketika terjadi krisis moneter pada tahun 1998 emas merupakan komoditas yang menyelamatkan perekonomian bangsa. Melalui nilai emas yang tidak terpengaruh oleh inflasi, perlahan mampu menopang rakyat Indonesia.” ujarnya seperti dikutip dari siaran persnya.

Dia menjelaskan Lakuemas hadir sejalan dengan perkembangan era digital yang menawarkan kemudahan bagi kaum milenial, untuk mengakomodasi jasa beli dan jual emas digital di Indonesia. Lakuemas juga menjadi salah satu alternatif generasi milenal berinvestasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
generasi milenial

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top