BI Serahkan Bantuan Sosial di Desa Tampaksiring

Bank Indonesia melalui Gubernur BI Perry Warjiyo menyerahkan bantuan sosial kepada Desa Wisata Tampaksiring, tepatnya di Wantilan Pura Dalem Agung, Minggu (17/11/2019), pagi tadi.
Basrah Ardans
Basrah Ardans - Bisnis.com 17 November 2019  |  15:40 WIB
BI Serahkan Bantuan Sosial di Desa Tampaksiring
Gubernur BI Perry Warjiyo - Istimewa
Bisnis.com, DENPASAR - Bank Indonesia melalui Gubernur BI Perry Warjiyo menyerahkan bantuan sosial kepada Desa Wisata Tampaksiring, tepatnya di Wantilan Pura Dalem Agung, Minggu (17/11/2019), pagi tadi.
Di saat yang sama, Wakil Bupati, Made Mahayastra meminta agar BI kembali memberikan bantuan kepada Desa Wisata lainnya yang belum terbantu.
Desa Wisata di Gianyar tercatat ada 21 Desa. Dan 1 di antaranya yakni Desa Tampaksiring, yang dipilih BI untuk menyalurkan bantuan sosialnya. 
Perry Warjiyo usai melakukan penandatanganan dan mengunjungi stand UMKM mengatakan, Bank Indonesia selalu bersinergi dengan pemerintah, tidak hanya dalam mengendalikan inflasi dan nilai tukar rupiah, tetapi juga mengembangkan UMKM, cluster-cluster pertanian, industri kecil dan pariwisata. 
Timnya ke Bali, untuk berpartisipasi memajukan pariwisata Bali khususnya di Desa Tampaksiring, sesuai dengan instruksi presiden yang menjadikan Bali sebagai pusat Ekonomi dan Pariwisata.
"Pertama, pengembangan pengendali inflasi, ada pengembangan cluster beras di Desa Tampaksiring, di daerah lain ada cluster bawang merah, putih, ikan, cabai juga sapi. Melalui cluster tersebut kita bersinergi dengan pemerintah untuk mengendalikan inflasi," kata Perry, Minggu (17/11/2019).
Kedua, lanjut dia, program BI ialah membina UMKM. 
"BI sudah memiliki 898 UMKM termasuk yang ditampilkan di sini. Dari ratusan itu, ada 93 yang kita angkat dengan melaksanakan ekspor dengan nilai Rp1 T. Selain itu kita upayakan sistem Barcode atau QR Indonesia standard untuk cash flow-nya semakin baik dan meningkat, sehingga produksinya semakin baik," ujar Gubernur BI asal Sukoharjo ini.
Ketiga, pihaknya melakukan pengembangan pariwisata, untuk meningkatkan kunjungan khususnya wisatawan asing dan memperbesar pendapatan devisa. 
"Makanya, kita membantu Desa Tampaksiring agar ikut mengembangkan Desa Wisata, UMKM juga cluster pangan tadi secara terintegrasi. 
Maka dari itu kami meniti jalan dengan beberapa program, seperti yang sudah dijelaskan, cluster pangan (padi), demikian juga UMKM. Kami memiliki 898 UMKM di seluruh Indonesia. Setiap tahun kita menyelenggarakan festival yang disebut Karya Kreatif Indonesia," jelas pria yang dving itu.
Ia berharap komoditas UMKM binaan BI harus bisa bisa diekspor, tidak harus di e-commerce, bisa juga di media sosial seperti instagram. Pembayarannya lebih modern lagi melalui digital atau barcode. Tidak menggunakan uang, hanya menempelkan hp. 
Itu yang dikatakannya, sebagai petani dan UMKM go digital sehingga perputaran uangnya lebih cepat. 
"Corporate Sosial Responsibiliti ini diupayakan untuk mengintegrasikan pariwisata, supaya devisanya masuk, nilai tukar stabil dan rakyat sejahtera," jelasnya.
BI perwakilan Bali, Trisno Nugroho mengungkapkan, bantuan-bantuan yang diberikan kepada Desa Wisata Tampaksiring berupa pembangunan beberapa spot pariwisata, seperti lokasi swafoto untuk anak-anak milenial zaman sekarang, Gapura, kemudian Puri untuk meningkatkan daya tarik Wisman.
Ia menyebutkan, dari banyak potensi Desa Wisata yang ada di Bali. Salah satunya ialah adanya Puri Dalam Agung yang berdiri sejak abad 17. Desa Tampaksiring juga ada lahan pertanian yang merupakan cluster binaan Bank Indonesia yaitu Subak Pulagan. 
"Subak ini juga telah mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Apalagi keberadaan Istana Presiden di Tampaksiring juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," kata Trisno.
Kerja sama membangun Desa Wisata, dianggapnya penting, untuk mendorong peningkatan Wisman di daerah Tampaksiring dan memiliki dampak strategis. Sebagaimana Cluster lahan pertanian (Subak Palagan), sistem elektronifikasi UMKM menggunakan digital. 
Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra,, menjelaskannya, sesuai dengan peraturan Bupati, pihaknya telah menetapkan ada 21 Desa Wisata di Gianyar, salah satunya Tampaksiring yang kini mendapatkan bantuan sosial dari Bank Indonesia. 
"Sebelumnya, beberapa hari setelah BI menetapkan bantuan kepada Desa Tampaksiring, beberapa kepala Desa menghadap ke saya untuk diminta bantuan juga oleh BI menjadi Desa Wisata," jelasnya sembari tersenyum.
Dia menuturkan, potensi Pendapatan Asli Daerah untuk Pariwisata di Gianyar sangat besar. 
"70% pendapatan PAD dari pariwisata kita. Sekarang target kita Rp1,1 T dan itu tercapai dari pajak hotel restoran. 
Makanya, kita bisa menyalip Denpasar yang sebelumnya berada di posisi kedua. Dulu kita di posisi tiga. Badung, Denpasar dan Gianyar. Sekarang kita berada di posisi dua. APBD kita Rp3,1 T, kemudian dari pajak hotel dan restoran Rp1,1 T. Sementara Denpasar hanya Rp800 miliar," tuturnya rinci.
 
Dia menekankan, kalau masyarakatnya kini semakin sadar, bahwa hanya dengan pariwisata, daerahnya meningkatkan kehidupan ekonominya. 
"Baru setahun bersama Pak Bupati, PAD kita meningkat. Maka dari itu kami memohon pada masyarakat ikut menjaga keamanan, kebersihan agar pariwisata menjadi sumber pendapatan kita," tegasnya.
Sementara itu, Perbekel Desa Tampaksiring I Made Widana mengungkapkan, kedepannya, dengan adanya bantuan BI ke Desa Wisata-nya, kunjungan wisata makin bertambah. 
Beberapa destinasi wisata populer disebutnya yang berada di Desa Tampaksiring, yakni Puri Agung Tampaksiring, Subak Pulagan, Sungai Pakerisan, Primaca, juga Hasil Pertanian dan berkolaborasi dengan religiusnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top