Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Premium

Cinta dan Benci di Industri Fintech Lending

13 Januari 2020 | 15:39 WIB
Industri fintech lending terbukti memberi sumbangan nyata terhadap perekonomian nasional. Namun, industri ini juga sangat disoroti sepanjang tahun 2019 lalu akibat banyaknya kasus yang terjadi di industri ini yang merugikan masyarakat. Keterbatasan payung hukum dinilai menjadi penyebab banyaknya masalah di industri ini.

Bisnis.com, JAKARTA — Perkembangan industri teknologi finansial atau tekfin (financial technology/ fintech) pinjam meminjam yang begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir ini, belakangan kerap menuai beragam tanggapan. Ada yang mendukung kehadiran industri ini, tetapi tidak sedikit juga yang mengutuk.

Beragam tanggapan tersebut hadir bukan tanpa alasan. Industri ini seakan dicintai sekaligus dibenci.

Perkembangan pesat industri ini, yang sejak semula dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang tidak dapat mengakses perbankan, jelas menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pinjaman, baik untuk kegiatan usaha maupun konsumsi.

Namun, keterbatasan regulasi terhadap industri yang masih sangat baru ini kerap kali menyebabkan banyak kasus terjadi karena beragam alasan. Sayangnya, kasus-kasus tersebut tidak semua berhasil diselesaikan secara adil melalui jalur hukum yang memadai.

Lantas, bagaimana sebaiknya menyikapi industri ini?

Peran penting kehadiran industri fintech lending sudah cukup terbukti. Hal ini terlihat dari hasil studi bersama antara Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top