Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Gedung  PT Bank Artos Indonesia Tbk - Istimewa
Premium

Menyingkap 'Misteri' Rights Issue Bank Artos

07 Februari 2020 | 14:23 WIB
Dinamika kepemilikan atas saham PT Bank Artos Indonesia Tbk. semakin menarik untuk dicermati akhir-akhir ini, apalagi menjelang rencana perseroan untuk menerbitkan saham baru dalam porsi jumbo.

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana PT Bank Artos Indonesia Tbk. menerbitkan 15 miliar saham baru melalui mekanisme rights issue menimbulkan sejumlah pertanyaan. Apalagi, setelah harga saham perseroan mengalami lonjakan sejak pertengahan tahun lalu.

Saham emiten berkode ARTO ini melonjak drastis sejak Agustus 2019, saat rencana akuisisi oleh bankir senior Jerry Ng dan pengusaha Patrick Walujo terendus pasar. Keduanya berencana menjadikan ARTO sebagai bank digital.

Pasar tidak peduli lagi harga ARTO masih wajar atau tidak. Ditambah beredarnya isu ARTO akan menjadi Bank Gojek, spekulan makin agresif lagi mengerek saham ARTO, meskipun tahu bahwa ARTO masih rugi dan Patrick Walujo pun membantah rumor tersebut.

Pada 26 Desember 2019, Jerry Ng dan Patrick Walujo resmi mengakuisisi ARTO dari keluarga Arto Hardy, yang sebelumnya menggenggam 80 persen saham perseroan. Jerry Ng melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia membeli 37,65 persen saham ARTO, sedangkan Patrick Walujo melalui Wealth Track Technology Limited mengambil alih 13,35 persen saham.

Pengunjung beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top