HUT ke-70, Bos BTN Bicara Efek Berganda Sektor Perumahan  

BTN menyebutkan perusahaan menjadi perbankan dengan bisnis penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) terbesar
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  12:45 WIB
HUT ke-70, Bos BTN Bicara Efek Berganda Sektor Perumahan  
Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) memastikan ke depan tetap mengandalkan sektor perumahan sebagai bisnis utama pembiayaan perusahaan.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury menuturkan bisnis properti merupakan salah satu mesin penggerak ekonomi secara nasional. Pasalnya setiap rumah yang berdiri membutuhkan dukungan dari 170 industri berbeda.

“Kami tetap konsisten dalam menggarap sektor perumahan yang memiliki multiplier effect untuk 170 industri. Ke depan kam terus berinovasi mengembangkan produk KPR yang sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini,” kata Pahala seperti dikutip dari siaran pers BTN, (9/2/2020).

Perusahaan juga terus memperbaharui skema pembiayaan agar masyarakat dengan penghasilan rendah dapat memiliki rumah. Pahala juga menekankan setelah 70 tahun beroperasi, BTN telah merealisasikan pembiayaan kredit sebesar Rp595,2 triliun dan mengalir kepada hampir 5.000.000 keluarga. Kredit yang dikucurkan ini sebagian besar mengalir untuk kredit perumahan dan kredit pendukung perumahan. 

Pahala menyebutkan hingga Desember 2019, perseroan menguasai 90 persen bisnis kredit kepemilikan rumah (KPR) subsidi di Indonesia. Sementara berdasarkan data otoritas per September 2019, perusahaan menyumbangkan lebih dari 40 persen pembiayaan perumahan.

“Tahun 2020, kami tetap berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam program sejuta rumah dengan membuat model bisnis yang inovatif  dengan mengoptimalkan big data analytic sehingga kekuatan BTN di KPR bisa ikut mendorong pertumbuhan dana murah, transaksi, serta fee based income,” jelasnya.

Bankir yang sebelumnya ditempatkan sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina (persero) itu menyebutkan pihaknya menyiapkan sejumlah inovasi meski pemerintah tidak lagi menganggarkan program subsidi selisih bunga dalam kepemilikan rumah subsidi.

“Kami harus lebih memperkuat porsi KPR non-subsidi dari kalangan milenial dengan inovasi produk layanan perbankan berbasis digital yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya Pahala. 

Dengan langkah ini, Pahala optimistis BTN masih dapat menangkap peluang di segmen properti. Terutama di segmen permintaan rumah kecil. Apalagi rumah jenis ini semakin banyak tumbuh seiring upaya pemerintah menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan infrastruktur, perkembangan tempat wisata dan akan dibangunnya ibukota baru. 

Selain meningkatkan bisnis pembiayaan, Pahala juga menjanjikan fokus perbaikan kualitas bisnis. Dengan pengembangan model bisnis baru maka nasabah akan merasakan peningkatan layanan perbankan dan produk BTN.   

Sementara itu, dalam rangkaian acara HUT ke-70, Bank BTN telah menggelar sejumlah kegiatan diantaranya jalan santai yang diikuti lebih dari 5.000 peserta yang terdiri dari karyawan dan keluarga serta mitra kerja Bank BTN.  

Perusahaan juga menggelar acara Fun Run, kompetisi olahraga sepak bola dan bowling antar pegawai BTN, acara pencarian bakat lewat BTN Idol, serta lomba vocal grup dan band untuk meningkatkan tali silaturahmi antar seluruh pegawai BTN. Rangkaian kegiatan rangka HUT BTN ini ditutup dengan olah raga sepeda bersama pegawai dan mitra mengelilingi Jakarta sejauh 70 kilometer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpr

Editor : Anggara Pernando
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top