Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Historia Bisnis: Stabilkan Rupiah, BI Kaji Trading Band

Pada 14 Juli 1997, nilai tukar rupiah bertengger di level Rp2.452 per dolar AS dan kemudian merosot 579,04 persen ke posisi Rp16.650 per dolar AS pada 17 Juni 1998 dan berujung rusuh pada 13—15 Mei 1998.
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  11:55 WIB
Presiden Soeharto (kanan) dan Managing Director IMF Michael Camdessus saat penandatanganan Letter of Intent pinjaman US43 miliar, di Istana Negara,pada 15 Januari 1998.
Presiden Soeharto (kanan) dan Managing Director IMF Michael Camdessus saat penandatanganan Letter of Intent pinjaman US43 miliar, di Istana Negara,pada 15 Januari 1998.

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah lebih dari sepekan berturut-turut atau tepatnya 9 hari parkir di zona merah, nilai tukar rupiah akhirnya berhasil menguat meskipun tetap berada di atas level Rp16.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Selasa (24/3/2020) rupiah ditutup di level Rp16.500 per dolar AS, terapresiasi 0,45 persen atau 75 poin.

Sebelumnya, di awal pekan, nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (23/3/2020) pukul 18.00 WIB terkoreksi 3,71 persen ke level Rp16.575 per dolar AS atau kurang 75 poin dari posisi terendah rupiah sepanjang sejarah pada 17 Juni 1998 di posisi Rp16.650 per dolar AS.

Sebagai informasi, pada 14 Juli 1997, nilai tukar rupiah bertengger di level Rp2.452 per dolar AS dan kemudian merosot 579,04 persen ke posisi Rp16.650 per dolar AS gara-gara krisis yang berujung rusuh pada 13—15 Mei 1998.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top