Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Pastikan Likuiditas Uang Tunai Selama Ramadan Terpenuhi

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan Bank Sentral terus melakukan upaya pengelolaan moneter untuk memenuhi likuiditas di pasar uang dan perbankan.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 09 April 2020  |  15:41 WIB
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia memastikan likuiditas atau uang beredar di masyarakat selama periode Ramadan akan tercukupi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan Bank Sentral terus melakukan upaya pengelolaan moneter untuk memenuhi likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Dalam memastikan likuiditas cukup, imbuhnya, BI terakhir telah melakukan quantitative easing. Dengan demikian, Perry memastikan likuiditas yang telah diinjeksi lebih dari cukup.

"Kemarin kita sampaikan BI sudah injeksi likuiditas hampir Rp300 triliun, memang BI melonggarkan kebijakan moneter dengan melakukan QE, yang hampir Rp300 triliun ini lebih dari kebutuhan," katanya, Kamis (9/4/2020).

Dia menjelaskan, likuiditas yang selama ini sudah dilonggarkan perlu disalurkan ke sektor riil. Oleh karenanya, dibutuhkan koordinasi moneter dan fiskal, yang mana stimulus fiskal diperlukan untuk menggerakkan ekonomi dan untuk perputaran dunia usaha.

Di samping itu, BI memastikan tingkat inflasi pada periode Ramadan akan terkendali.

Inflasi pada periode Ramadan biasanya meningkat. Namun, kali ini sejalan dengan penerapan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah, inflasi diprediksi lebih rendah dari periode ramadhan biasanya.

Perry menyatakan BI juga telah memantau perkembangan harga bahan pokok. Hingga minggu kedua April 2020, diperkirakan harga bahan pokok masih terkendali dengan inflasi sekitar 0,2 persen mtm (month to month) dan 2,80 persen yoy (year on year).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Rupiah Ramadan uang tunai
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top