Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebanyak 8.167 Nasabah Pegadaian Telah Ajukan Keringanan Kredit

Jumlah tersebut dicatatkan sejak perseroan pertama kali menjalankan kebijakan relaksasi kredit pada awal bulan ini.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 22 April 2020  |  16:56 WIB
Petugas melayani nasabah di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas melayani nasabah di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pegadaian (Persero) mencatat telah terdapat 8.167 pengajuan keringanan kredit seiring berlakunya kebijakan relaksasi bagi nasabah yang perekonomiannya terdampak oleh penyebaran virus corona.

Manajer Humas Pegadaian Basuki Tria menjelaskan bahwa hingga Selasa (21/4/2020) terdapat 8.167 nasabah Pegadaian yang mengajukan keringanan kredit. Jumlah tersebut dicatatkan sejak perseroan pertama kali menjalankan kebijakan relaksasi kredit pada awal bulan ini.

"Jumlah nasabah yang mengajukan relaksasi [kredit] itu 8.167 orang dengan jumlah uang pinjaman sebesar Rp426,8 miliar," ujar Basuki kepada Bisnis, Rabu (22/4/2020).

Berdasarkan data Pegadaian, jumlah nasabah perusahaan gadai pelat merah tersebut sebanyak 13,86 juta orang per akhir 2019. Jika mengacu kepada data tersebut, maka terdapat sekitar 0,05 persen nasabah yang sudah mengajukan keringanan kredit.

Menurut Basuki, pihaknya telah menerbitkan kebijakan restrukturisasi untuk mengakomodir instruksi Presiden Joko Widodo terkait relaksasi kredit. Pegadaian memberikan penundaan angsuran hingga satu tahun bagi debitur yang perekonomiannya terdampak Covid-19.

Kebijakan yang dikeluarkan Pegadaian itu berupa perpanjangan jangka waktu kredit, penundaan pembayaran angsuran, hingga pembebasan denda bagi nasabah Pegadaian.

Perseroan pun memberikan pembebasan denda angsuran kepada nasabah produk non gadai, yakni produk Kreasi, Kreasi Ultra Mikro, Kreasi Ekspress Loan, dan Kreasi Multi Guna.

Selain itu, relaksasi akan diberikan kepada nasabah yang memanfaatkan produk Arrum Mikro, Arrum Ultra Mikro, Arrum Ekspress Loan, Amanah, dan Rahn Tasjily Tanah yang memiliki usaha tetapi mengalami penurunan pendapatan karena dampak penyebaran COVID-19.

"Pegadaian sudah merespon kebijakan [relaksasi kredit] tersebut dan tidak hanya untuk kredit ultra mikro saja," ujar Basuki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restrukturisasi pegadaian restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top