Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Menjadi Perempuan yang Jago Investasi

Di tengah pendemi virus Corona (Covid-19), perempuan harus lebih cerdas dalam memilih produk investasi.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 23 April 2020  |  12:36 WIB
Ilustrasi - Briozone
Ilustrasi - Briozone

Bisnis.com, JAKARTA - Perempuan memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan, khususnya keuangan rumah tangga. Namun bicara investasi, yang kita dengar umumnya sering dilakukan oleh laki-laki. Padahal tidak benar.

Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengungkapkan bahwa saat ini adalah era kesetaraan. Kartini telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia dalam hal kesetaraan dengan laki-laki.

Setiap perempuan sudah harus mahir dalam hal pengelolaan keuangan, termasuk dalam hal investasi. Selama beberapa generasi, perempuan identik dengan julukan menteri keuangan keluarga, karena pengelolaan keuangan keluarga selama ini dikelola oleh perempuan/ ibu rumah tangga.

"Namun ketika bicara soal investasi, yang kita dengar umumnya sering dilakukan oleh laki-laki. Padahal, sudah banyak loh perempuan yang mahir mengelola keuangan sekaligus berinvestasi," ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2020).
 
Krizia menuturkan bahwa investasi adalah milik semua kalangan. Selama ini, bisa jadi perempuan lebih identik dengan belanja dan hal-hal berbau konsumtif, sehingga urusan investasi lebih banyak dilakukan laki-laki.

Dia mengungkapkan bahwa reksa dana bisa menjadi pilihan investasi bagi perempuan. Sebab, perempuan yang bekerja di kantor yang sekaligus berperan sebagai ibu rumah tangga, tentunya akan memilih alternatif investasi yang mudah. Kenapa reksa dana bisa menjadi pilihan?

Pertama, modalnya tidak terlalu besar. Cukup dengan Rp100.000, sudah bisa berinvestasi. Bahkan, sejumlah Manajer Investasi dan Agen Penjual Efek Reksa Dana (“APERD”) ada yang sudah menawarkan investasi reksa dana mulai dari Rp10.000. 
 
Kedua, investasi di reksa dana sudah bisa dilakukan melalui online. Di saat pandemi seperti sekarang ini, dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (“PSBB”), segala sesuatu yang bisa dilakukan #dirumahaja akan sangat mendukung upaya pemerintah dalam membatasi penyebaran virus Covid-19, termasuk investasi secara online.

Ketiga, waktu yang lebih fleksibel. Untuk yang tidak memiliki waktu, sudah ada manajer investasi yang akan melakukan tugas mengelola investasi. Tinggal diam #dirumahaja, kita tinggal menerima laporan hasil investasi kita setiap bulannya.  
 
Keempat adalah, likuid dan tidak ada penalti. Dana yang dicairkan akan masuk ke rekening tabungan nasabah dalam waktu yang telah ditetapkan dalam prospektus.

Selain itu, khusus reksa dana pasar uang tidak ada biaya masuk dan keluar. Reksa dana memiliki tingkat risiko yang rendah sampai yang paling tinggi, investor tinggal menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Tidak sulit bukan? Jadi siapa bilang perempuan tidak jago berinvestasi!

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi tips keuangan gaya hidup
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top