Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
llustrasi -  Festival otomotif sebelumnya menjadi salah satu cara perusahaan pembiayaan menarik nasabah. - Antara Foto/Muhammad Iqbal.
Premium

Keringanan Cicilan dari Leasing Seret Perbankan

29 April 2020 | 23:48 WIB
Perusahaan pembiayaan menyebutkan tetap membutuhkan eksekusi jaminan kendaraan untuk menjaga arus kas perusahaan atau dilakukan kesepakatan bersama perbankan untuk mencarikan jalan keluar.

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pembiayaan berisiko kehilangan arus kas Rp24,2 triliun selama tiga bulan ke depan akibat kebijakan restrukturisasi cicilan dan larangan eksekusi jaminan fidusia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan dalam perhitungan pihaknya, industri pembiayaan harus menanggung kerugian sangat besar jika eksekusi objek kredit selama masa pandemi virus corona tidak dibolehkan.

Padahal eksekusi jaminan fidusia merupakan second way out jika debitur bermasalah. 

Berdasarkan kalkulasi APPI, dari total piutang pembiayaan per Februari 2020 senilai Rp452,2 triliun, 70 persen di antaranya atau sekitar Rp316,4 triliun merupakan pembiayaan kendaraan bermotor.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top