Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury: Fokus Kami Laba

Bank Tabungan Negara merupakan BUMN yang memiliki kelebihan khusus karena berfokus pada pembiayaan sektor perumahan. Perusahaan menargetkan mampu meraih laba Rp7 triliun dalam 3 tahun ke depan.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  15:48 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. Pahala Nugraha Mansuri memberikan penjelasan mengenai perkembangan kinerja perusahaan saat kunjungan ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bank plat merah tersebut akan tetap fokus pada sektor kredit kepemilikan rumah (KPR) ke depan. Bisnis - Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. Pahala Nugraha Mansuri memberikan penjelasan mengenai perkembangan kinerja perusahaan saat kunjungan ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bank plat merah tersebut akan tetap fokus pada sektor kredit kepemilikan rumah (KPR) ke depan. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) menargetkan mampu meraih laba Rp7 triliun dalam 3 tahun ke depan.

Kuncinya dengan tetap fokus dalam pembiayaan sektor perumahan. Terutama untuk perumahan subsidi maupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) .

Untuk mengetahui strategi BTN dalam menggenjot pembiayaan sektor perumahan ini Bisnis berbincang dengan Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury saat berkunjung ke kantor redaksi, beberapa waktu lalu. Berikut kutipan wawancaranya:

 Apa yang menjadi konsentrasi BTN saat ini?

Bagaimana kita terus mengomunikasikan strategi untuk mengembangkan perumahan di Indonesia. Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengeluarkan paket kebijakan untuk stimulus, salah satunya stimulus untuk sektor keuangan. Apalagi sandang, pangan, dan papan merupakan kebutuhan dasar. Jadi salah satu yang harus dipenuhi bagaimana perumahan untuk jumlah penduduk sebesar Indonesia ini, bisa terpenuhi.

Saat ini, kebutuhan perumahan yang belum dipenuhi itu sekitar 7 juta rumah. Artinya orang mampu yang seharusnya sudah punya rumah tapi belum bisa dipenuhi. Belum lagi, masuk di setiap angkatan kerja. Setiap tahun di Indonesia kurang lebih sekitar 4 juta orang yang masuk ke pasar tenaga kerja. Jadi boleh dibilang ada 4 juta orang yang sebetulnya punya kemampuan untuk mulai bisa mendapatkan perumahan bersubsidi, nyatanya rumahyang bisa disediakan setiap tahunnya sekitar 500.0000 rumah.

Anda sedang membaca konten premium.

Dapatkan informasi komprehensif untuk menavigasi bisnis Anda hanya dengan Rp50.000/bulan.
Berlangganan SekarangAtau Klik Di Sini untuk berlangganan Rp15.000/minggu
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top