Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Pandemi, Ini 6 Langkah Bank Sulselbar untuk Bertahan

Pandemi corona berdampak pada kinerja perbankan, Bank Sulselbar pun menyiapkan 6 strategi untuk mempertahankan bisnisnya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  18:08 WIB
Ilustrasi Bank Sulselbar. - banksulselbar.co.id
Ilustrasi Bank Sulselbar. - banksulselbar.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Sulselbar mengatur beberapa strategi dalam mempertahankan kelangsungan usaha di tengah kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dikutip Bisnis pada Selasa (2/6/2020), perseroan setidaknya memiliki 6 strategi untuk menghadapi dampak pandemi.

Pertama, menjalankan business continuity plan (BCP) sesuai protokol Covid-19, antara lain dengan physical distancing, work from home, dan peningkatan imun pegawai.

Kedua, menjaga likuiditas dengan melakukan pembatasan atau penundaan investasi yang tidak prioritas. Ketiga, mengalokasikan kredit atau pembiayaan secara hati-hati terhadap sektor yang terdampak Covid-19.

Keempat, melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang terdampak Covid-19 sesuai ketentuan OJK. Kelima, peningkatan akses keuangan berbasis digital, dan keenam peningkatan pengelolaan kualitas cash flow perusahaan.

Perseroan memperkirakan akan terjadi penurunan laba bersih hingga 30 April 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar kurang dari 25 persen. Pandemi Covid-19 juga disebutkan telah berdampak pada pembatasan operasional Bank Sulselbar.

Pembatasan layanan operasional berlaku dari Senin sampai Jumar dalam rentang waktu 09.00 sampai dengan 14.00 WITA dengan diperkirakan kondisi ini akan berlangsung selama satu hingga 3 bulan.

Adapun, kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional yang terbatas adalah sebesar kurang dari 25 persen.

Meskipun demikian, pandemi Covid-19, diyakini tidak berdampak pada pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek.

Pandemi covid-19 juga diyakini tidak berdampak pada permasalahan hukum yang bersifat material berupa utang usaha, utang bank, kupon, pokok obligasi, gugatan pailit, pembatalan kontrak material, maupun somasi.

Posisi terakhir rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) pada rentang waktu Maret-April 2020 adalah kurang dari 3 persen atau mengalami penurunan dibandingkan sebelum Covid-19.

Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) masih berada di posisi lebih besar dari 20 persen selama periode Maret-April 2020, meskipun nilainya menurun dibandingkan dengan sebelum Covid-19 terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bank sulselbar Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top