Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pejalan kaki melintas di dekat gedung Wisma Bumiputera di Jakarta. Bisnis
Premium

Kasus Bumiputera, Dicari! Direksi yang Mampu Kembalikan Uang Nasabah

24 Juni 2020 | 12:48 WIB
Kasus Bumiputera terus berlarut berkutat di sisi manajemen. Nasabah menunggu hal mendasar. Kapan uangnya dibayarkan?

Bisnis.com, JAKARTA – Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada manajemen Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 bernomor S-2149/NB.111/2020 membuat kondisi perusahaan semakin membutuhkan kepastian.

Pasalnya, AJB Bumiputera tengah diburu sejumlah regulasi. Permasalahan itu meliputi kewajiban diubahnya anggaran dasar perusahaan sesui dengan Peraturan Pemerintah No 87/2019 tentang Usaha Bersama. Beleid ini memberi tenggat 6 bulan untuk membentuk rapat umum anggota (RUA) atau tepatnya harus sudah dijalankan 26 Juni 2020.

Otoritas Jasa Keuangan juga menerbitkan perintah tertulis untuk menentukan nasib perusahaan. Tenggat itu harus sudah diputuskam 30 September. Saat yang sama, sebagian besar komisaris perusahaan sudah demisioner karena habis masa jabatan. Kini, OJK juga menolak dua direksi pelaksana dan meminta nama baru yang ditunjuk untuk mengurus perusahaan. 

Surat yang ditandatangani oleh Direktur Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Asep Iskandar itu menolak Dirman Pardosi sebagai calon Direktur Utama dan Deddy Herupurnomo sebagai calon Direktur Keuangan dan Investasi. Padahal, keduanya sudah menjalankan organisasi semenjak Desember 2019 lalu sehingga dengan keputusan ini, maka mereka harus meninggalkan kursi perusahaan.

Dengan kondisi penolakan oleh OJK ini, maka dalam 4 tahun terakhir, hanya 8 bulan Bumiputera memiliki direktur utama definitif. Pejabat definitif tertinggi yang dimiliki perusahaan terakhir yakni Sutikno Widodo Sjarif. Ia menjabat ringkas sepanjang Oktober 2018—Mei 2019.  Sutikno kemudian diberhentikan Badan Perwakilan Anggota (BPA) sebagai organ tertinggi di Bumiputera.

Kala itu, Sutikno masuk sebagai Direktur Utama untuk menggantikan pengelola statuter (PS) yang dibentuk OJK. PS bertanggung jawab mengelola AJB Bumiputera semenjak Oktober 2016. Organ ini berperan menggantikan wewenang direksi dan komisaris.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top