Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
PT Bank Pembangunan Daerah Banten (BEKS). - Dok. Bank Banten
Premium

Babak Tambahan Penyelamatan Bank Banten (BEKS)

13 Juli 2020 | 11:31 WIB
Proses politik kini menjadi penentu masa depan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) untuk lepas dari bank berstatus pengawasan khusus

Bisnis.com, JAKARTA – Proses politik kini menjadi penentu masa depan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) untuk lepas dari bank berstatus pengawasan khusus.

Dukungan para wakil rakyat daerah itu akan membuat perusahaan yang dulunya bernama Bank Pundi di bawah naungan konglomerasi Sandiaga Uno itu keluar dari karut marut likuiditas dan permodalan yang mendera perseroan sejak lama.

Pemerintah Provinsi Banten, sebagai pemegang saham pengendali terakhir, berencana menambal kebutuhan modal Bank Banten (BEKS) lewat konversi dana dari rekening kas daerah (RKD).

Dana ini sudah mengendap di Bank Banten, namun jika Provinsi Banten mengeluarkan dana membuat nafas perusahaan akan habis dan jatuh menjadi gagal bayar. Dana RKD itu sebesar Rp1,5 triliun. Sementara kebutuhan penyelamatan tahap pertama Rp1,9 triliun. Sedangkan total dana yang dibutuhkan sebesar Rp2,9 triliun.

Suntikan ekuitas senilai Rp1,5 triliun itu akan menambah porsi saham PT Banten Global Development, kendaraan Pemprov Banten dalam penguasaan Bank Banten.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top