Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Dorong Perbankan Percepat Realisasi Penurunan Bunga Kredit

Sektor perbankan didorong untuk segera mempercepat transmisi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia ke dalam suku bunga kredit.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  20:58 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Bisnis - Himawan L Nugraha
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri perbankan didorong untuk segera mempercepat realisasi penurunan suku bunga kredit karena Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuan total sebanyak 175 basis poin menjadi 4 persen sejak Juli 2019.

“Transmisi di perbankan masih lambat. Jadi kami turunkan 175 basis poin tapi bunga kredit baru turun 74 basis poin,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam webinar Peran perbankan memulihkan ekonomi di Jakarta, Jumat (17/7/2020). 

Dia menjelaskan sejak Juli 2019 hingga Juli 2020 rata-rata suku bunga kredit saat ini mencapai 9,99 persen atau turun 74 basis poin dari 10,73 persen. Sedangkan bunga deposito turun lebih banyak yakni sebesar 116 basis poin dari 6,66 persen menjadi 5,50 persen.

Menurut dia, kondisi industri perbankan Tanah Air saat pandemi COVID-19 masih lebih baik jika dibandingkan saat krisis tahun 1998 dan 2008. Kondisi itu, lanjut dia, ditunjukkan dari rasio kecukupan  modal (capital adequacy ratio/CAR) dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) masih berada di atas level minimal.

Per Mei 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio CAR perbankan Tanah Air mencapai 22,16 dan AL/DPK mencapai 24,33 persen.

Destry memperkirakan perbankan masih melakukan prinsip kehati-hatian dan membutuhkan waktu untuk menyalurkan pinjaman mencermati faktor risiko dampak pandemi COVID-19.

“Oleh karena itu proses penjaminan sangat penting yang sekarang menjadi fokus pemerintah untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit untuk pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah mengalokasikan Rp123,46 triliun untuk membantu UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional. Dari jumlah itu, pemerintah mengalokasikan untuk imbal jasa penjaminan (IJP) sebesar Rp5 triliun, penjaminan modal kerja Rp1 triliun, dan pajak penghasilan ditanggung pemerintah Rp2,4 triliun.

Selain itu, subsidi bunga Rp35,28 triliun, penempatan dana di bank untuk restrukturisasi kredit UMKM Rp78,78 triliun dan pembiayaan investasi kepada koperasi Rp1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan Suku Bunga bank indonesia kredit
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top