Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi - Pemerintah mengumumkan KUR boleh untuk semua sektor usaha dengan mengubah peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian - Istimewa
Premium

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rasa Baru di Tengah Ancaman NPL

28 Juli 2020 | 10:34 WIB
Pemerintah menerbitkan sejumlah regulasi untuk memaksa perbankan menyalurkan kredit di tengah pandemi. Menumpuk risiko bagi perbankan.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah memberlakukan beragam cara agar lebih banyak uang beredar di tengah masyarakat melalui kredit. Disebut mengalihkan risiko ke perbankan.

Kemarin, Senin (28/7/2020), Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan program penempatan dana pemerintah di 7 bank pembangunan daerah. Saat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 8/2020 tentang Tentang Perlakuan Khusus bagi Penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) Terdampak Pandemi Covid-19 telah diperluas untuk semua bidang usaha.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Komite Kebijakan Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  menyesuaikan aturan sesuai dengan tren permintaan KUR sampai dengan Juni. Kini target penyaluran KUR kepada sektor produksi sebesar 60 persen untuk 2020 dihapuskan.

“Seiring dengan dibukanya aktivitas ekonomi pada Juni, penyaluran KUR mulai meningkat signifikan dengan peningkatan KUR sektor non produksi atau sektor perdagangan yang melampaui sektor produksi,” ulas Airlangga, Senin (27/7/2020).

Berdasarkan informasi dari lembaga penyalur, lanjutnya, penyaluran KUR diperkirakan dapat meningkat dengan menghilangkan target penyaluran. Pasalnya, sektor ini memiliki permintaan KUR yang lebih tinggi dibandingkan sektor perdagangan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top