Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Suasana pelayanan nasabah di kantor pusat Bank Bukopin, MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pernyataan efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) PT Bank Bukopin Tbk. melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terbatas Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham. - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Premium

Bosowa ‘Dihukum’ OJK, Bagaimana Nasib Perusahaan Nonbank Miliknya?

28 Agustus 2020 | 19:30 WIB
Drama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bosowa Corporindo terkait PT Bank Bukopin Tbk. terus berkembang. Terbaru, Bosowa dijatuhi 'hukuman' oleh otoritas.

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan melarang PT Bosowa Corporindo, perusahaan milik konglomerat Aksa Mahmud, berbisnis di sektor jasa keuangan sebagai buntut dari penilaian kembali kepemilikan di PT Bank Bukopin Tbk.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat OJK nomor 64/KDK.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT Bosowa Corporindo Selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bank Bukopin Tbk. Keputusan tersebut ditetapkan 24 Agustus 2020, atau sehari sebelum Bank Bukopin menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa Bosowa Corporindo dinyatakan tidak lulus dalam rangka penilaian kembali pemegang saham Bukopin. Akibat tidak lulus penilaian kembali itu, Bosowa dilarang menjadi pihak utama pengendali atau memiliki saham di lembaga jasa keuangan.

Selain itu, pihak Bosowa dilarang menjadi pihak utama pengurus dan/atau pihak utama pejabat pada lembaga jasa keuangan dengan jangka waktu selama 3 tahun.

Akibat pelarangan itu, Bosowa dilarang melakukan tindakan sebagai pihak utama pengendali. Kemudian, dilarang menjalankan hak selaku pemegang saham Bank Bukopin dan saham tersebut tidak diperhitungkan dalam kuorum RUPS.

“Wajib mengalihkan seluruh kepemilikan saham dalam jangka waktu paling lambat 1 tahun sejak ditetapkan dengan predikat tidak lulus,” demikian bunyi surat yang diteken oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dewan Komisoner OJK Heru Kristiyana.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top