Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Likuiditas Longgar Menjadi 'Pisau Bermata Dua', Ini yang Dilakukan Bank Mandiri

Jumlah dana masyarakat yang dihimpun Bank Mandiri pada Juli 2020 tumbuh 14,32% secara year on year (yoy) dibandingkan posisi Juli 2019 Rp755,26 triliun menjadi Rp863,45 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 18 September 2020  |  21:16 WIB
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi memberikan pemaparan di sela-sela penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi memberikan pemaparan di sela-sela penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. hingga Juli 2020 telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp863,45 triliun atau tumbuh 1,18% dari posisi Juni 2020 Rp853,41 triliun.

Jumlah dana masyarakat yang dihimpun Bank Mandiri pada Juli 2020 tumbuh 14,32% secara year on year (yoy) dibandingkan posisi Juli 2019 Rp755,26 triliun.

Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi mengaku likuiditas yang sangat ample saat ini seperti pisau bermata dua. Pasalnya, di tengah demand kredit yang rendah, likuiditas yang berlebih akan meningkatkan cost untuk perseroan. Bank Mandiri berupaya untuk mengatasi kelebihan likuiditas tersebut dengan mendorong penyaluran kredit secara selektif.

Selain itu, perseroan telah menurunkan suku bunga deposito ke level 3,5%. Sepanjang tahun ini, menurutnya, perseroan sudah tiga kali melakukan suku bunga deposito. Bahkan, suku bunga deposito kali ini menjadi yang terendah sepanjang masa Bank Mandiri.

"Langkah yang sudah dilakukan adalah menurunkan suku bunga deposito. Kami sudah tiga kali menurunkan counter rate, akibatnya memberikan pengurangan biaya bunga yang cukup signifikan," katanya kepada Bisnis, Jumat (18/9/2020).

Bank Mandiri pun masih mengharapkan DPK akan terus bertumbuh di tengah pandemi ini. Diproyeksi, DPK Bank Mandiri masih bisa tumbuh double digit. Sebagai upaya menjaga likuditas, perseroan pun akan tetap menyalurkan kredit secara selektif.

"Harapannya masih tetap tumbuh dan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hanya di jakarta dan kali ini tidak seketat PSBB fase 1," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit bank mandiri deposito
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top