Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Resesi, Simak Tipis Investasi dari Bank Commonwealth

Apapun produk investasi yang dipilih, portofolio investasi harus sesuai dengan profil risiko setiap investor.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 22 September 2020  |  20:46 WIB
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com,JAKARTA — Bank Commonwealth membeberkan sejumlah tips bagi para investor untuk menyusun portofolio di tengah perkiraan ekonomi dalam negeri yang memasuki jurang resesi.

Executive Vice President Head of Wealth Management & Premier Banking Commonwealth Bank Ivan Jaya mengungkapkan langkah yang paling bijak adalah memastikan bahwa portofolio investasi telah terdiversifikasi dengan baik sesuai dengan profil risiko investasi tiap investor. 

Hal itu di tengah kondisi produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal III/2020 yang diperkirakan berada di zona negatif.

Ivan mencontohkan untuk nasabah dengan profil risiko balanced atau berimbang dapat menempatkan porsi investasi di kelas aset saham dan kelas aset pendapatan tetap atau obligasi.

“Investasi di obligasi negara Republik Indonesia dengan tenor pendek cukup menarik karena relatif tidak mengalami volatilitas tinggi,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (22/9/2020).

Dia menyebut salah satu pilihan yang cukup baik yaki Obligasi Negara Ritel (ORI) yang ditawarkan oleh pemerintah. Menurutnya, ORI18 akan ditawarkan pada Oktober 2020.

Untuk kelas aset saham, lanjut dia, pilihan investor bisa kepada reksa dana dengan strategi investasi saham berkapitalisasi pasar jumbo atau big caps. Underlying dari reksa dana itu menurutnya lebih baik menghadapi goncangan pergerakan pasar.

“Selain itu, diversifikasi secara geografis dapat menjadi pilihan menarik. Alokasi investasi ke luar Indonesia dapat dilakukan melalui reksa dana saham offshore sharia ke negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan negara-negara Asia Pasifik lainnya,” paparnya.

Ivan menambahkan pilihan portofolio investasi harus sesuai dengan profil risiko tiap investor. Tujuannya, agar dapat berinvestasi dengan nyaman terutama apabila pergerakan pasar tengah volatile seperti saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Resesi tips keuangan
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top