Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
Premium

Ke Mana Dana Asuransi Jiwa Ditempatkan Saat Kinerja Saham Loyo?

30 September 2020 | 13:43 WIB
Industri asuransi jiwa juga harus putar otak dan hati-hati untuk menentukan strategi penempatan dana melalui investasi, khususnya di pasar saham.

Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi pasar modal yang masih kurang stabil turut menyeret industri asuransi jiwa. Pasalnya industri asuransi jiwa juga harus putar otak dan hati-hati untuk menentukan strategi penempatan dana melalui investasi, khususnya di pasar saham.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks harga saham gabungan sempat merangkak ke zona hijau pada sesi pembukaan Rabu (30/9/2020). Indeks mencoba naik hingga menyentuh level resistance 4.903,864 pada awal perdagangan.

Kendati demikian, pergerakan berbalik ke zona merah. IHSG terkoreksi 0,58 persen atau 28,53 poin menjadi 4.850,57 hingga pukul 11:30 WIB atau akhir sesi I.

Sementara itu, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), sepanjang semester I/2020 hasil investasi seluruh industri asuransi jiwa negatif Rp20,97 triliun atau anjlok hingga 191,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang menghasilkan Rp 22,82 triliun.

Sebelumnya, Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi (AAJI) Albertus Wiroyo Karsono menjelaskan pada semester I/2019 total nilai investasi di saham oleh industri asuransi jiwa mencapai 32,7 persen dari total nilai investasi, tetapi pada semester I/2020 berkurang menjadi 26 persen. 

Adapun nilai investasi yang meningkat adalah surat berharga negara (SBN) dari porsi 14,8 persen menjadi 17,8 persen. Begitu pula porsi nilai investasi sukuk korporasi naik dari 6,3 persen menjadi 9 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top