Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi Bank - Istimewa
Premium

Jumlah Gugatan PKPU dan Kepailitan Naik Akibat Pandemi, Bankir Cari Solusi

30 September 2020 | 12:42 WIB
Sampai medio September, sudah ada 451 permohonan PKPU dan pailit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 perkara di antaranya dimohonkan perbankan. Bank perlu mencari solusi inovatif agar kredit macet tak berujung pada jalur hukum yang memangkas likuiditas dan modal.

Bisnis, JAKARTA — Tren kenaikan kasus gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dan kepailitan saat ini turut mengancam kestabilan bisnis bank. Bank perlu mencari solusi inovatif agar kredit macet tak berujung pada jalur hukum yang memangkas likuiditas dan modal.

Gugatan PKPU masih mengalami kenaikan yang mencerminkan kondisi pelaku usaha yang terus tertekan seiring dengan potensi resesi selama masa pandemi.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), kasus PKPU di lima pengadilan niaga (PN), yakni di Jakarta Pusat, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar, sudah mencapai 132 kasus pada kuartal II/2020. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I/2020 yang hanya 102 kasus.

Bahkan, sudah ada 451 permohonan PKPU dan pailit sampai pertengahan September 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 perkara di antaranya dimohonkan perbankan.

Seiring dengan itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan nilai aset yang dihapusbukukan (write off) pada Juli 2020 sudah melonjak 12,64% year on year (yoy) menjadi Rp469,63 triliun. Peningkatan paling tinggi terjadi di kalangan Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top