Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Integrasi Data Kependudukan Permudah Investasi Pasar Modal

Salah satunya juga karena kerjasama antara Self-Regulatory Organization (SRO) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pemanfaatan data kependudukan sejak 2016.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  16:52 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan investor ritel di pasar modal Indonesia mengalami peningkatan selama pandemi.

Hal itu, karena saat ini pendaftaran rekening investor baru di pasar modal bisa dilakukan secara online.  

Salah satunya juga karena kerjasama antara Self-Regulatory Organization (SRO) dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pemanfaatan data kependudukan sejak 2016.

Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Octavianus Budiyanto menyebutkan, dengan adanya fasilitas pemanfaatan data, mendorong perusahaan efek di pasar modal untuk menyederhanakan pembukaan rekening.

“Jadi meskipun kami gak punya cabang di satu daerah terpencil, tapi kalau ada investor atau orang yang dari daerah mau menjadi investor di pasar modal itu dengan mudah bisa dilakukan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Alfisyahrin (28 tahun) yang saat ini aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial untuk menjadi investor independen mengatakan integrasi dengan data dukcapil membuat proses pembukaan rekening bukan cuma makin mudah, tetapi juga lebih cepat. Jadi, makin sedikit alasan masyarakat Indonesia untuk tidak berinvestasi.

Selain itu, Alfi berpendapat integrasi data dukcapil dapat memberikan rasa aman bagi investor.

“Sistem informasi investor yang disediakan KSEI sekarang sangat membantu saya untuk melihat keseluruhan portofolio investasi saya yang tersebar dalam beberapa instrumen pasar modal. Integrasi dengan data dukcapil juga memberi saya rasa aman lebih,” terangnya.

Sebelumnya, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor di pasar modal mengalami peningkatan yang didominasi oleh investor millennial sebanyak 682.935 single investor identification (SID) pada periode Januari—Agustus 2020. Secara keseluruhan, investor pasar modal hingga Agustus 2020 telah mencapai 3,13 juta investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal kependudukan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top