Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) Sunarso menjawab pertanyaan awak media sesuai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Premium

Laba Anjlok, Bos BRI Blak-blakan Soal Skenario Terburuk 2020

16 Oktober 2020 | 13:48 WIB
Dirut BRI Sunarso menyampaikan bahwa gejala perlambatan dalam mencetak laba sebenarnya mulai terasa pada 2019. Perlambatan pertumbuhan laba bukan disebabkan penurunan kinerja BRI, lalu karena apa?

Bisnis.com, JAKARTA - Seperti halnya bank lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tengah berjibaku dengan restrukturisasi pembiayaan bermasalah dan lesunya permintaan kredit akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap pendapatan BRI pada tahun ini. Gejala itu sudah terasa sejak paruh pertama tahun ini. Padahal, dalam 16 tahun terakhir bank pelat merah itu selalu mencetak laba tertinggi seantero negeri.

Seperti ditulis Bisnis sebelumnya, setelah 16 tahun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mampu menyalip perolehan laba BRI, meskipun kedua bank pelat merah ini sama-sama mencatatkan penurunan laba karena dampak pandemi Covid-19.

Pada semester I/2020, Bank Mandiri membukukan laba sebesar Rp10,55 triliun. Angka ini turun 24,56 persen jika dibandingkan dengan Rp13,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bank berkode saham BMRI ini merupakan yang terendah dalam 3 tahun terakhir untuk pembukukan kinerja pada separuh tahun pertama.

Kendati laba BMRI merosot tajam, BRI membukukan penurunan laba lebih dalam. Bank berkode saham BBRI itu mencatat penurunan 36,88 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp10,2 triliun. Secara historikal, laba itu terendah dalam 7 tahun terakhir untuk periode semester I.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top