Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BCA Agresif Pangkas Bunga Deposito. Bagaimana dengan Bank Besar Lainnya?

PT Bank Central Asia Tbk. kembali agresif memangkas suku bunga deposito pada awal tahun ini. Mulai 18 Januari 2021, suku bunga deposito rupiah BBCA turun menjadi 3,00 persen per tahun. Besaran suku bunga tersebut dipatok untuk seluruh tenor dan tiering saldo.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  19:31 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tren suku bunga deposito diperkirakan masih akan terus melandai seiring dengan upaya bank menjaga biaya dana.

Diketahui, PT Bank Central Asia Tbk. kembali agresif memangkas suku bunga deposito pada awal tahun ini. Mulai 18 Januari 2021, suku bunga deposito rupiah BBCA turun menjadi 3,00 persen per tahun. Besaran suku bunga tersebut dipatok untuk seluruh tenor dan tiering saldo.

Sebelumnya, suku bunga deposito rupiah BCA tercatat sebesar 3,10 persen per tahun yang mulai berlaku pada 5 Januari 2021. Dengan demikian, pada penyesuaian terakhir, perseroan memangkas 10 basis poin suku bunga depositonya.

Terpisah, Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Haru Koesmahargyo mengatakan BRI masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian suku bunga deposito.

Dia menuturkan, penentuan suku bunga deposito BRI akan disesuaikan dengan suku bunga acuan mempertimbangkan kondisi pasar dan persaingan.

Suku bunga deposito BRI belum berubah sejak September 2020 yakni sebesar 3,5 persen untuk semua simpanan rupiah di semua jangka waktu. Sampai dengan November 2020 pertumbuhan simpanan BRI tercatat sebesar 12,1% meskipun suku bunga diturunkan, dengan posisi LDR 84,17%. Dengan pertumbuhan simpanan dan posisi LDR yang terjaga, BRI masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian suku bunga.

"Namun demikian di sisi lain BRI tetap harus mengantisipasi mulai meningkatnya permintaan kredit yang disebabkan perbaikan aktivitas ekonomi di tahun ini seiring dengan dimulainya program vaksinasi yang memberikan harapan positif," terangnya.

Sebelumnya, Haru mengatakan penyaluran kredit BRI ditargetkan tumbuh 6%-7% pada 2021. Segmen kredit mikro akan tetap menjadi penggerak utamanya.

Di lain pihak, Direktur Distribution and Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Jasmin memperkirakan perseroan kembali akan menyesuaikan suku bunga deposito pada awal tahun ini. Penyesuaian tersebut karena permintaan kredit masih belum tumbuh signifikan.

Suku bunga deposito rupiah BTN yang efektif berlaku per 5 Januari 2021 di kisaran 3,75%-4%. Jasmin menyebut suku bunga deposito diproyeksikan turun 25 basis poin.

"Mengingat permintaan kredit masih belum tumbuh signifikan di awal tahun ini sehingga repricing bunga untuk depo mahal akan kita sesuaikan lagi," katanya.

Senada, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan penyesuaian suku bunga deposito atau produk simpanan lainnya akan tergantung dari pergerakan BI rate. Perseroan saat ini fokus menjaga rasio CASA yang pada tahun lalu mencapai 60%.

"Fokus di dana murah (CASA) sudah cukup dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu mencapai hampir 60%. Tahun ini tetap terus fokus di CASA," katanya.

Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin mengatakan ketika kondisi pandemi bank-bank mengerem laju pertumbuhan kredit sehingga pertumbuhan pendapatan bunga maupun NIM tertahan. Dari situ, bank berupaya mengurangi dana mahal agar margin terjaga dengan baik.

"Deposito merupakan bagian dari cost of fund yang cukup signifikan, sehingga harus dikurangi agar margin terjaga dengan baik," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca perbankan deposito
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top