Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Konsumen melakukan transaksi pembayaran menggunakan aplikasi uang elektronik BJB DigiCash di usaha kuliner dan kopi Warung Pinus, Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (4/12/2020). - ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Premium

Ingar Bingar Saham Bank Digital dan Akses Perbankan yang Masih Tertutup

02 Maret 2021 | 13:56 WIB
Sejumlah bank ramai-ramai bertransformasi menjadi bank digital. Namun, akses perbankan yang paling mendasar pun sebenarnya belum dinikmati dengan merata di seluruh Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA — Selama beberapa waktu terakhir, terutama sepanjang pekan lalu, pergerakan saham emiten calon bank digital menunjukkan penguatan yang signifikan.

Bank-bank tersebut misalnya PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), PT Bank Capital Tbk. (BACA), PT Bank Net Syariah Tbk. (BANK), dan PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI). Saham-saham tersebut menyusul jejak PT Bank Jago Tbk. (ARTO), yang sudah lebih dulu melesat sejak masuknya PT Dompet Anak Bangsa—perusahaan pemilik GoPay—pada akhir tahun lalu.

Selama pekan lalu saja, BBYB menguat 59,04 persen ke posisi Rp835, sedangkan BACA naik 27,41 persen menjadi Rp790. BANK juga melaju dengan penguatan hingga 68,59 persen ke level Rp2.040, masih kalah dari BBHI yang menjadi jawara dengan kenaikan hingga 84,52 persen ke posisi Rp1.550.

Bahkan, saham PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) sampai disuspensi oleh otoritas bursa karena pergerakannya terlalu tajam.

Adapun ARTO mengalami koreksi 8,25 persen menjadi Rp10.000. Posisi ini bertahan hingga penutupan perdagangan pada Senin (1/3/2021).

Sementara itu, BBYB, BACA, BANK, dan BBHI masih menikmati penguatan pada awal pekan ini. Demikian juga dengan BNBA, yang lanjut melenggang setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensinya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top