Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Dogecoin, Koin Kripto yang Di-Endorse Elon Musk

Apa itu Dogecoin (DOGE)? Berikut sejarah, cara kerja, dan sosok Elon Musk di balik meroketnya Dogecoin.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 20 Mei 2021  |  15:31 WIB
Dogecoin yang mengalami kenaikan harga, menggantikan Bitcoin yang sebelumnya telah mencetak kenaikan signifikan. (Bloomberg)
Dogecoin yang mengalami kenaikan harga, menggantikan Bitcoin yang sebelumnya telah mencetak kenaikan signifikan. (Bloomberg)

Bisnis.com, JAKARTA - Dogecoin (DOGE) merupakan salah satu mata uang digital (cryptocurrency) yang tengah naik daun.

Meski terbilang pemain baru, Dogecoin kini mampu bersaing dengan nama besar di pasar kripto, misalnya Bitcoin dan Ethereum.

Popularitas Dogecoin meledak dan memperoleh lebih dari 5.000 persen pada 2021. Salah satu faktor penguatnya adalah CEO Tesla Elon Musk. Dalam akun Twitter miliknya (@elonmusk) beberapa watu lalu, Elon Musk menyebutkan Dogecoin adalah mata uang kripto favoritnya.

Bagaimana kisah perjalanan Dogecoin?

Dogecoin muncul atas ide Jackson Palmer seorang manager Adobe Inc. di Sydney, Australia. Palmer menciptakan Dogecoin sebagai bentuk sindiran pada cryptocurrency.

Palmer memberikan logo Dogecoin diambil dari Meme yang populer pada saat itu yang menampilkan kata "doge" yang sengaja salah eja untuk menggambarkan anjing asal Jepang, Shiba Inu.

Di Portland, Oregon, seorang pengembang perangkat lunak di IBM bernama Billy Markus ingin membuat mata uang digital. Namun, dia kesulitan mempromosikan usahanya. Markus lantas menemukan desas-desus Dogecoin. Markus menghubungi Palmer untuk mendapatkan izin untuk membangun perangkat lunak di balik Dogecoin.

6 Desember 2013, Palmer dan Markus resmi meluncurkan Dogecoin. Dua minggu kemudian pada 19 Desember 2013, nilai Dogecoin melonjak 300 persen.

Di tahun pertamanya, komunitas penggemar Dogecoin menyumbangkan 27 juta Dogecoin untuk mendanai perjalanan tim Bobsleigh Jamaika ke Olimpiade 2014 dengan membuat sumur di Kenya dan mensponsori pengemudi NASCAR.

Kemudian pada 2019, Dogecoin mengalami lonjakan nilai bersama dengan koin-koin lainnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh Dogecoin telah terdaftar dalam bursa kriptp Binance. Faktor lain yang ikut mendorong harga Dogecoin adalah dukungan dari Elon Musk.

Cara Kerja Dogecoin

Pada dasarnya cara kerja Dogecoin mirip dengan Bitcoin dan Ethereum. Dogecoin berjalan pada teknologi blockchain. Seperti cryptocurrency lainnya, jaringan blockchain Dogecoin menggunakan kriptografi untuk menjaga semua transaksi tetap aman.

Dogecoin bisa dibeli melalui bursa cryptocurrency seperti Binance atau Kraken. Seperti mata uang kripto lainnya, setelah membeli Dogecoin, langkah berikutnya memindahkannya ke dompet kripto.

Membeli Dogecoin pada saat ini menjadi sebuah penghargaan. Dilansir dari Forbes, CEO Bitwave Pat White memberikan waspada ketika Dogecoin mengenai keamanan Dogecoin dengan koin lainnya.

“Hanya saja, keamanan dan pengawasan level kode tidak sama dengan yang dimiliki Bitcoin atau Ethereum, ditambah Doge tidak memiliki komunitas yang sehingga eksposur untuk serangan level penambangan jauh di atas Bitcoin,” tutup White.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin elon musk mata uang kripto dogecoin
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top