Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semester I/2021, SMF Terbitkan Obligasi Rp1,9 Triliun

SMF telah aktif menerbitkan surat utang sejak tahun 2009 dan hingga akhir semester I tahun 2021, perseroan sudah menerbitkan 47 kali penerbitan dengan jumlah Rp43,32 triliun. 
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Agustus 2021  |  12:40 WIB
Semester I/2021, SMF Terbitkan Obligasi Rp1,9 Triliun
ilustrasi obligasi

Bisnis.com, JAKARTA — Sepanjang semester I/2021, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) telah merealisasikan penerbitan surat utang melalui penawaran umum berkelanjutan V tahap V tahun 2021 dengan tingkat bunga tetap sebesar Rp1,9 triliun. 

Obligasi ini adalah bagian dari obligasi berkelanjutan V SMF dengan nilai total penerbitan mencapai Rp12,2 triliun. Selain itu perseroan juga menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap III tahun 2021 sebesar Rp100 miliar. Sepanjang semester I tahun 2021 total obligasi yang diterbitkan yakni sebesar Rp2 triliun. 

SMF telah aktif menerbitkan surat utang sejak tahun 2009 dan hingga akhir semester I tahun 2021, perseroan sudah menerbitkan 47 kali penerbitan dengan jumlah Rp43,32 triliun. 

Rinciannya terdiri dari 34 kali penerbitan obligasi/sukuk (penawaran umum) sebesar Rp38,56 triliun, 12 kali medium term notes (penawaran terbatas) sebesar Rp4,6 triliun termasuk didalamnya penerbitan sukuk mudharabah SMF I melalui penawaran terbatas, dan satu kali penerbitan surat berharga komersial sebesar Rp120 miliar.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menuturkan penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memenuhi perannya sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi penyalur KPR.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMF untuk mendukung ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Terkait sekuritisasi, sejak tahun 2009, sampai dengan saat ini perseroan telah berhasil memfasilitasi 14 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp12,78 triliun.

Pada tahun ini, perseroan berencana untuk menerbitkan kembali Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) sampai dengan Rp1 triliun. 

Dengan target rating AAA.EBA-SP tersebut memiliki underlying kumpulan tagihan KPR  yang memenuhi 32 kriteria seleksi sehingga aman bagi investor. 

"Diharapkan sekuritisasi aset tersebut dapat mendukung penyaluran dana bagi pembiayaan perumahan untuk mendorong bangkitnya industri perumahan nasional," ucapnya. 

Selain EBA-SP yang merupakan instrumen untuk investor korporasi, perseroan juga memiliki produk investasi fixed income yang diperuntukan kepada investor retail yaitu EBA Ritel.

Dengan kupon menarik dan memiliki rating idAAA. Produk ini diharapkan dapat menambah pilihan instrumen investasi bagi investor pasarmodal di Indonesia. 

Perseroan secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi EBA-SP dan EBA ritel kepada para pemangku kepentingan, baik di lintas lembaga maupun masyarakat umum secara daring. 

"Hal ini dilakukan guna memupuk kesadaran berinvestasi pasar modal baik untuk pangsa pasar korporasi maupun ritel yang menyasar generasi millennial. Selain kegiatan sosialisasi, perseroan juga kerap memberikan promo menarik disetiap bulan yang diperuntukkan bagi investor baru maupun investor existing yang berinvestasi di EBA ritel," tutur Ananta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi properti sarana multigriya finansial
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top