Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kantor Bank Harda Internasional. - bankbhi.co.id
Lihat Foto
Premium

Menanti Duel Bank Mini Chairul Tanjung (BBHI) vs Hary Tanoe (BABP)

Demi mengejar penguatan modal inti, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) kembali bersiap menggelar rights issue. Bagaimana prospek bank tersebut jika dibandingkan kompetitornya?
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
09 September 2021 | 19:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam melakoni bisnis media, tak perlu diragukan bahwa lawan terberat Grup MNC adalah Grup Emtek. Namun, jika sudah bicara segmen perbankan digital berbasis ekosistem media, calon lawan terdekat Hary Tanoesoedibjo dan kolega barangkali adalah gurita bisnis milik taipan media lainnya, Chairul Tanjung.

Sejak mengakuisisi saham mayoritas PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) dan menyulap nama perusahaan tersebut menjadi PT Allo Bank Indonesia Tbk., Mega Corpora yang dipimpin Si Anak Singkong terus memperkuat diri. Terakhir, pada Kamis (9/9/2021), pemegang saham BBHI mengumumkan rencana untuk menggelar penggalangan modal via hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.

Rencana rights issue BBHI tersebut diumumkan tak lebih dari sepekan sejak sang kompetitor, PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) mendapat restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar aksi korporasi yang sama dengan target dana segar Rp4 triliun lebih.

“Jumlah saham yang direncanakan untuk diterbitkan adalah sebanyak-banyaknya 11.000.000.000 lembar saham dengan nominal Rp100 per saham atau [setara] 94,15 persen modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan pada saat ini,” papar Kepala Divisi Keuangan, Perencanaan dan Kontrol Allo Bank Aryanto Halawa, Kamis (9/9). 

Pengumuman rights issue tersebut langsung bikin saham BBHI jadi rebutan investor. Mengacu data transaksi broker, saham BBHI diperdagangkan investor publik senilai Rp18,6 miliar dengan transaksi beli didominasi investor melalui Mirae Asset Sekuritas (Rp2,6 miliar) dan Mandiri Sekuritas (Rp2,2 miliar) pada Kamis (9/9).

Hingga penutupan perdagangan, saham BBHI menguat 7,08 persen ke level Rp2.270. Harga ini mempertegas tren menanjak saham BBHI secara tahun berjalan menjadi 1.400 persen lebih, dari harga awal tahun yang hanya Rp147 per saham.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top