Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Cara OVO Jaga Data Pribadi Pengguna

OVO kerap kali mengimbau kepada pengguna untuk tidak memberikan PIN/Password/OTP kepada siapapun bahkan petugas Customer Service OVO. 
Poster promo platform pembayaran digital OVO terpampang di salah satu gerai fesyen pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019)./Bisnis-Rachman
Poster promo platform pembayaran digital OVO terpampang di salah satu gerai fesyen pusat perbelanjaan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019)./Bisnis-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Ovo, platform pembayaran dan dompet digital besutan PT Visionet Internasional terus berupaya memastikan dan meningkatkan Keamanan data pribadi pengguna.

Kepercayan ini penting untuk dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan sehingga tetap menggunakan OVO dalam bertransaksi.

Data Privacy Officer (DPO) Lead OVO Ruben Sumigar mengatakan perusahaan senantiasa memperbarui kebijakan privasi agar tetap selaras dengan perkembangan teknologi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka menghormati hak-hak penggunanya. 

"OVO percaya bahwa keamanan data pribadi pengguna merupakan hal yang sangat penting dan menjadi prioritas kami. Dengan multi-layered security system, data pribadi pengguna OVO dapat terjamin keamanannya sehingga kami dapat terus memberikan pelayanan terbaik, aman, dan terpercaya untuk seluruh pengguna OVO," ujarnya, Senin (18/10/2021). 

Seperti diketahui, keamanan data di ranah digital saat ini kian marak dibicarakan. Beberapa yang sering kali terjadi adalah kasus penipuan siber di Indonesia, phishing yang mengatasnamakan sebuah institusi dan masih banyak lagi.

Pelindungan data pribadi pun terus menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Kemenkominfo menyebut salah satu kunci pelindungan data pribadi ada pada subjek data atau pemilik data pribadi itu sendiri. Penyalahgunaan data sebetulnya bisa diantisipasi dengan tidak memberikan data pribadi kita kepada pihak lain secara sembarangan. 

"Setiap aplikasi OVO dilengkapi dengan fitur security code dan 2-step verification setiap kali pengguna akan masuk ke aplikasi OVO. Selain terus melakukan edukasi dan imbauan kepada pengguna untuk menjaga data pribadi, OVO telah mempersiapkan sejumlah perangkat teknis yang sifatnya berlapis untuk mencegah terjadinya kebocoran data pribadi penggunanya, yaitu Data Loss Prevention [DLP] Tools," tambah Ruben. 

Di samping itu, sampai dengan saat ini OVO juga telah meningkatkan langkah-langkah pencegahan penipuan, antara lain, dengan adanya tim Information Security (InfoSec) yang memiliki fungsi untuk mencegah dan memitigasi terjadinya kebocoran data pribadi penggunanya. 

Adapun, terkait pusat data, OVO juga telah melaksanakan amanah yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan menempatkan setiap data pribadi penggunanya pada suatu pusat data yang terletak di Indonesia.

Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik dan PBI Nomor 22/20/PBI/2020 tentang Perlindungan Konsumen BI, OVO telah memiliki Data Privacy Officer internal tersendiri. 

Ke depannya, OVO Data Privacy Officer tengah mempersiapkan sejumlah materi edukasi yang dapat digunakan di sejumlah platform media sosial yang OVO miliki untuk meningkatkan kesadaran penggunanya akan pentingnya pelindungan terhadap data pribadi mereka.

Wakil Ketua Asosiasi Praktisi Pelindungan Data Indonesia (APPDI) Danny Kobrata menambahkan penyedia layanan finansial digital seperti OVO sangat bergantung pada pemrosesan data pribadi. 

"Oleh sebab itu, pelindungan data pribadi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam penyediaan layanan ke masyarakat. Kami sangat mengapresiasi langkah dan usaha OVO dalam meningkatkan pelindungan dan keamanan data pribadi penggunanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tentu saja kami berharap langkah yang baik ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain untuk menjamin keamanan dan pelindungan data pribadi pengguna platform digital di Indonesia," jelasnya. 

Isu keamanan data pribadi yang tengah menjadi perhatian semua pihak. Hal ini membuat OVO kerap kali mengimbau kepada pengguna untuk tidak memberikan PIN/Password/OTP kepada siapapun bahkan petugas Customer Service OVO. 

Tidak lupa OVO juga menganjurkan seluruh pengguna agar secara berkala memperbarui atau mengganti kata sandi OVO mereka. 

OVO juga tetap membuka layanan ‘Pusat Bantuan OVO’ yang terdapat di aplikasi, telepon (1500 696), maupun e-mail ([email protected]) yang akan dengan siap sedia membantu pengguna atau menindaklanjuti setiap keluhan atau permasalahan yang dialami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper