Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Minta Bank Pangkas Bunga Kredit, Begini Jawaban BRI (BBRI)

BRI telah menurunkan SBDK untuk seluruh segmen, yakni korporasi, ritel, mikro, KPR dan non-KPR dengan penurunan signifikan sebesar 150 – 325 basis poin (bps).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 18 November 2021  |  17:16 WIB
BI Minta Bank Pangkas Bunga Kredit, Begini Jawaban BRI (BBRI)
Salah satu kantor Bank BRI - bri.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus mendorong perbankan untuk melanjutkan penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kredit kepada dunia usaha demi pemulihan ekonomi nasional.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 17-18 November 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen, demikian pula suku bunga deposit facility tetap 2,75 persen, dan suku bunga lending facility 4,25 persen. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah dan likuiditas longgar, mendorong suku bunga kredit perbankan terus dalam tren menurun.

Oleh karena itu, BI mendorong perbankan untuk melanjutkan suku bunga dasar kredit sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kredit kepada dunia usaha, serta pemulihan ekonomi. 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Aestika Oryza Gunarto menuturkan bahwa BRI tetap membuka ruang untuk penyesuaian suku bunga baik simpanan maupun pinjaman. 

“Untuk arah bunga simpanan dan pinjaman ke depan, BRI akan terus melakukan review suku bunga secara berkala dan terus membuka ruang untuk penyesuaian suku bunga simpanan dan pinjaman,” ujarnya saat dihubungi Bisnis di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Namun demikian, kata Aestika, terhitung sejak 28 Februari 2021, BRI telah menurunkan SBDK untuk seluruh segmen, yakni korporasi, ritel, mikro, KPR dan non-KPR dengan penurunan signifikan sebesar 150 – 325 basis poin (bps).

“Penurunan suku bunga kredit oleh BRI tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” tutur Aestika.

Dia menambahkan bahwa sepanjang tahun 2020 BRI telah menurunkan suku bunganya secara umum sebesar 75 bps – 150 bps, bahkan khusus untuk restrukturisasi keringanan suku bunga, BRI menurunkan antara 300 bps – 500 bps.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia bri bunga kredit
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top