Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riset: Transaksi E-Wallet dan Paylater di Indonesia Bakal Melejit pada 2025

Transaksi platform dagang-el di Indonesia diproyeksi mencapai US$83 miliar pada 2025. Pada periode ini, porsi transaksi pembayaran via dompet digital dan layanan bayar tunda (paylater) akan melejit, melebihi transaksi via kartu debit dan kredit perbankan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  21:05 WIB
Wanita memegang smartphone dengan aplikasi dompet digital.  - ANTARA
Wanita memegang smartphone dengan aplikasi dompet digital. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Riset menunjukkan bahwa Indonesia akan menjadi tulang punggung penggunaan dompet digital (e-wallet) dan layanan bayar tunda (BNPL/paylater) di platform dagang-el di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini terungkap dalam riset International Data Corporation (IDC) Asia/Pacific bersama 2C2P bertajuk IDC InfoBrief: How Southeast Asia Buys and Pays, Driving New Business Value for Merchants yang dirilis November 2021.

Adi Nugroho, selaku Country Head 2C2P di Indonesia menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan para merchant platform dagang-el seantero Asean, terutama dalam hal mengakomodasi metode pembayaran daring yang tengah populer dan memudahkan konsumen.

"Hadirnya opsi baru seperti e-wallet dan BNPL memberikan akses kepada masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan konvensional. Jutaan pengguna baru ini adalah segmen baru yang perlu diakomodasi oleh para pelaku bisnis lokal," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (23/2/2022).

Transaksi platform dagang-el di Asia Tenggara pada 2025 dipercaya akan menyentuh US$179,8 miliar. Metode transaksi via kartu dan transfer bank masih mendominasi dengan US$55,5 miliar, namun domestic payment akan mencapai US$50,5 miliar, dompet digital US$48,1 miliar, paylater US$8,8 miliar, sementara tunai dan pembayaran lain-lain US$16,9 miliar.

Riset mengungkap bahwa popularitas pembayaran digital akan beriringan dengan pamor platform dagang-el. Terkait dompet digital, diprediksi akan ada tambahan seperempat miliar pengguna baru di Asean pada 2025, dengan Indonesia sebagai negara dengan tambahan pengguna terbesar sebanyak 130 juta pengguna baru.

Terkait paylater, Indonesia pun disebut akan menjadi pasar terbesar untuk BNPL se-Asia Tenggara pada 2025, dengan total belanja masyarakat menggunakan BNPL di e-commerce akan meningkat 8,7 kali lipat dibandingkan 2020.

Nilai transaksi BNPL khusus Indonesia bahkan diproyeksi mampu mencapai US$5,15 miliar pada 2025, atau 58 persen dari total US$8,83 miliar apabila ditambah transaksi 5 negara Asean lain.

Adapun, seluruh transaksi platform dagang-el di Indonesia pada 2022 diproyeksi mencapai US$32 miliar dan terus melonjak hingga mencapai US$83 miliar pada 2025.

Pada periode ini, porsi penggunaan kartu dan transfer bank di Indonesia memang masih akan stabil di 29 persen. Namun, porsi transaksi via e-wallet akan naik dari 28 persen ke 32 persen, sementara paylater akan naik dari 2 persen ke 6 persen pada 2025. Sebaliknya, metode tunai atau cash on delivery (CoD) akan terus menciut dari belasan persen ke 6 persen saja.

Adi menjelaskan pihaknya sebagai salah satu pemain payment gateway di Asean yang fokus pada penyediaan solusi pembayaran enterprise pun percaya bahwa evolusi metode pembayaran digital harus cepat dikejar oleh pelaku ritel guna mengakselerasi jangkauan bisnisnya.

Adopsi pembayaran digital disebut akan mampu meningkatkan penjualan merchant platform dagang-el sebesar rata-rata 10 persen. Namun, merchant juga harus cermat mengakomodasi metode pembayaran yang tepat sesuai demografi dan kebutuhan di beberapa segmen konsumen.

Sebagai contoh di Malaysia, transformasi yang dilakukan salah satu klien 2C2P yang bergerak di industri penerbangan mampu memperluas jangkauan perusahaan ke para pengguna metode pembayaran digital.

Hasilnya, jumlah pelanggan yang menggunakan pembayaran digital alternatif meningkat dari 10 persen ke hampir 30 persen terhadap total penjualan selama 2019. Adapun, 2C2P juga melihat fenomena serupa di beberapa klien lain yang telah mempercayakan 2C2P sebagai partner menerima dan melakukan pembayaran secara aman dan terintegrasi, seperti IKEA, Lazada, Thai Airways.

Di negara lain seperti Thailand, kemunculan berbagai metode digital payment baru pun telah dikejar oleh pemain industri besar. Salah satunya oleh pelaku industri pos, Thailand Post. Hasilnya, Thailand Post sejak 2018 mampu meningkatkan daya saing dan memperluas market share dengan mengintegrasikan layanan e-wallet dan digital payment lainnya ke dalam layanan.

Belajar dari berbagai pengalaman partner 2C2P di berbagai negara, Adi merekomendasikan sejumlah langkah bagi pelaku ritel ketika memutuskan untuk mengadopsi pembayaran digital seperti e-wallet dan BNPL.

"Pertama, mengadopsi sistem yang dapat mendukung beragam metode pembayaran dan dapat dikustomisasi serta mendukung pembayaran domestik dan internasional di berbagai negara," ujarnya.

Kedua, konsolidasi pembayaran offline dan online (omnichannel) dalam satu platform untuk optimalisasi operasional perusahaan.

Ketiga, pastikan skalabilitas sistem pembayaran yang digunakan, sehingga mudah menyesuaikan dengan perubahan yang ada di sisi operasional. Terakhir, pilih partner penyedia sistem pembayaran dengan rekam jejak tinggi dari sisi keamanan data.

"Kehadiran pembayaran digital membawa potensi besar bagi bisnis, dalam hal memperkuat hubungan dengan pelanggan, memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik, serta mendorong skala bisnis dan memperluas pasar," tambah Adi.

Namun, pemain ritel juga perlu mempertimbangkan lanskap pembayaran yang heterogen di Asia Tenggara. Setiap negara memiliki keunikannya masing-masing, dengan tingkat penetrasi internet, tingkat akses keuangan, regulasi dan preferensi pengguna yang berbeda-beda.

Jika hal ini dapat disikapi dengan baik, 2C2P meyakini adopsi pembayaran digital akan berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sistem pembayaran dompet digital paylater
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top