Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi stalking data pribadi / Istimewa
Lihat Foto
Premium

Darurat Kebocoran Data Pribadi di Tengah Semarak Bank Digital

Akselerasi digitalisasi perbankan yang dipercepat oleh kemunculan bank digital bukan tanpa kendala. Maraknya kasus kebocoran data jadi salah satu batu sandungan yang bikin khawatir.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com
16 April 2022 | 12:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Jika bank digital dan orang Indonesia ibarat jodoh dalam suatu pesta pernikahan, maka sudah pasti penghulunya adalah pandemi Covid-19.

Betapa tidak, pembatasan sosial yang bikin ruang gerak serba terbatas telah memicu masyarakat untuk terlibat lebih jauh dalam arus transaksi digital. Rekapitulasi Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa sepanjang 2021, nilaik transaksi ekonomi digital di dalam negeri menyentuh Rp39.841,4 triliun, atau tumbuh 45,64 persen.

Bank digital, di sisi lain, menjadi salah satu opsi media transaksi tersebut. Kemudahan pembukaan rekening dan beragam fitur canggih dalam satu ketukan jari merupakan daya tarik.

Sayangnya, lagi-lagi ibarat jodoh, perjalanan rumah tangga bank digital dan masyarakat Indonesia bukannya tanpa kendala. Ada saja batu sandungan yang bermunculan, termasuk perihal isu keamanan data.

Indonesia, bukan rahasia lagi, merupakan salah satu surga kebocoran data pribadi. Sepanjang tahun lalu misalnya, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mencatat ada setidaknya 43 kasus kebocoran data pribadi dalam skala besar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top