Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mau Rights Issue, Bank Amar (AMAR) Kejar Tanggal Efektif Bulan Ini

PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) sampai saat ini belum urung mendapatkan lampu hijau rights issue dari OJK.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  12:23 WIB
Mau Rights Issue, Bank Amar (AMAR) Kejar Tanggal Efektif Bulan Ini
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) masih menanti tanggal pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penambahan modal melalui skema rights issue.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Bank Amar menjadwalkan akan mendapatkan persetujuan pada 30 Juni 2022. Namun, sampai saat ini, perseroan urung mendapatkan lampu hijau dari regulator. Artinya, periode pelaksanaan dan perdagangan rights issue AMAR mundur dari jadwal sementara yang telah ditetapkan.

Emiten berkode saham AMAR itu menjadwalkan sementara periode perdagangan dan pelaksanaan rights issue pada 14 – 20 Juli 2022. Rencananya, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II) dengan menerbitkan HMETD sebanyak 3,59 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Dalam aksi korporasi tersebut, setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp280 per saham. Dengan demikian, jumlah dana yang akan diterima mencapai Rp1 triliun.

Menanggapi hal itu, Corporate Communication Bank Amar Maria Firani mengatakan perseroan tengah mengejar tanggal efektif pada bulan ini.

“Kita belum bisa kasih target soal itu [tanggal efektif], tapi kita kejar di bulan ini [Juli 2022],” kata Maria kepada Bisnis, Selasa (26/7/2022).

Maria menjelaskan aksi penambahan modal tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun dari OJK.

Mengutip keterbukaan informasi, seluruh dana dari aksi tersebut akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan sebagai tambahan modal kerja Bank Amar dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap.

“Sementara aksi korporasi lain nanti infonya di public expose,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bank Amar akan menyelenggarakan paparan kinerja bisnis 2021 dan kuartal I/2022 pada besok, 27 Juli 2022 pada pukul 16.00 – 17.00 WIB secara daring.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Amar rights issue
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top