Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Senjata BRI (BBRI) dan Mandiri (BMRI) untuk Cegah Kebocoran Data

BRI (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) mengungkap senjata utama untuk cegah kebocoran data penting milik nasabah.
Ilustrasi hacker yang jadi biang kerok kebocoran data/Ilustrasi-mirror.co.uk
Ilustrasi hacker yang jadi biang kerok kebocoran data/Ilustrasi-mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengungkapkan telah memiliki sejumlah senjata untuk mencegah serangan siber dan kebocoran data nasabah.

Baik Bank Mandiri maupun BRI sama-sama menyatakan telah melakukan berbagai upaya guna menjamin keamanan data nasabah, baik dari aspek people, proses, maupun teknologi.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Aestika Oryza Gunarto mengklaim bahwa pihaknya telah memiliki tata kelola yang mengacu pada standar internasional guna mengantisipasi serangan siber.

“BRI juga melakukan serangkaian tahapan pengecekan keamanan dari setiap teknologi yang akan digunakan sehingga dapat meminimalisir celah keamanan yang mungkin terjadi,” ujar Aestika ketika dihubungi Bisnis, Selasa (13/9/2022).

Dari sisi people, BBRI telah membentuk organisasi khusus untuk menangani Information Security yang dikepalai oleh seorang Chief Information Security Officer (CISO) yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang Cyber Security.

BBRI juga mengedukasi para pekerja dan masyarakat terkait pengamanan data nasabah, serta cara melakukan transaksi yang aman. Edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai wadah, antara lain melalui media sosial dan media cetak.

Adapun dari segi proses, kata Aestika, BRI memiliki tata kelola pengamanan informasi yang mengacu kepada NIST cyber security framework, standar internasional, PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) dan kebijakan regulator POJK No.38/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum.

Untuk segi teknologi, BRI telah melakukan pengembangan teknologi keamanan informasi sesuai kerangka NIST, yang bertujuan meredam risiko kebocoran data nasabah dengan mencegah, mendeteksi, dan memonitor serangan siber.

“Dalam hal ini keberadaan AI [artificial intelligence] menjadi faktor yang sangat penting guna memahami pola fraud dan threat yang terjadi, sehingga BRI dapat bertindak preventif serta merespons cepat dan tepat untuk menghadapi risiko kebocoran data pribadi,” tuturnya.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rudi As Aturridha mengatakan bahwa perseroan juga menerapkan pengamanan berlapis guna menjaga dan meningkatkan keamanan data pribadi nasabah.

Dia menyatakan Bank Mandiri setiap tahun mengalokasikan anggaran investasi untuk meningkatkan keamanan sistem maupun aplikasi perseroan. Alokasi yang digelontorkan disebut cukup besar untuk memperbaiki keamanan aplikasi bank.

Tak cuma itu, emiten bersandi BMRI tersebut secara berkala melakukan review atas kecukupan implementasi teknologi pengamanan pada sistem Teknologi Informasi atau IT. Hal ini sejalan dengan program perseroan untuk mendukung kestabilan dan keamanan sistem IT.

“Selain pengecekan terhadap teknologi yang telah diimplementasikan, Bank Mandiri juga selalu up to date terhadap perkembangan serangan siber yang terjadi pada dunia global maupun perkembangan teknologi untuk memitigasi potensi serangan siber tersebut,” kata Rudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper