Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjajal mobil listrik KIA EV6 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Kamis (11/8/2022) - BISNIS - Khadijah Shahnaz.
Lihat Foto
Premium

Geliat Mobil Listrik: Leasing Semarak, tapi Stok Terbatas

Pemain industri pembiayaan (multifinance) atau leasing mulai intip-intip usaha pembiayaan mobil listrik.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com
02 Oktober 2022 | 23:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Berperan sebagai salah satu industri pendukung sektor otomotif, perusahaan pembiayaan (multifinance/leasing) mulai meracik strategi, menjaga minat masyarakat Indonesia untuk membeli mobil listrik.

Sekertaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengaku menantikan berbagai inisiatif dan gebrakan para pemain multifinance dalam mendukung perkembangan ekosistem mobil listrik semakin semarak.

"Pemerintah tengah gencar mendorong sektor otomotif mempercepat perkembangan ekosistem mobil listrik. Adapun, layanan lembaga keuangan, termasuk pemain pembiayaan, merupakan industri pendukung yang turut menjadi akselerator," ujarnya dalam diskusi terbatas bersama Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), dikutip Minggu (2/10/2022).

Menurut Kukuh, ekosistem mobil listrik berhubungan erat dengan kepentingan negara menggenjot aktivitas perekonomian terkait bahan baku komponen, terutama soal teknologi baterai. Oleh sebab itu, sentimen positif dari pemerintah terus bermunculan, di mana bisa menjadi peluang baru buat para pemain pembiayaan menghadapi periode mendatang.

Misalnya, dorongan agar entitas terkait pemerintahan menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas, insentif pajak barang mewah (PPnBM) dan pajak kendaraan listrik, serta target agar mobil dan motor listrik mencapai 25 persen dari total penjualan kendaraan pada 2025.

Namun, Kukuh juga mengakui masih ada hambatan dan sentimen negatif dari sisi ketersediaan kendaraan, pilihan produk yang belum beragam, harga yang belum sesuai bujet mayoritas konsumen, serta minimnya penelitian dan pengembangan (R&D) terkait kendaraan listrik di Tanah Air yang bisa menjadi pijakan para pabrikan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top