Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank-Bank Jumbo Geber Mesin Kredit Awal Paruh Kedua 2023

Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, bank-bank jumbo membukukan angka kredit gabungan Rp3.502 triliun per Agustus 2023.
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -- Memasuki paruh kedua 2023, bank-bank jumbo di Indonesia seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tancap gas menggenjot penyaluran kreditnya. Bank-bank jumbo pun mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit mereka.

Berdasarkan laporan keuangan per Agustus 2023, Bank Mandiri mencatatkan peningkatan kredit 12,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp997 triliun secara bank only. Lalu, BCA mencatatkan penyaluran pinjaman tumbuh 10,1 persen yoy menjadi Rp729 triliun.

Kemudian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan peningkatan kredit 11,9 persen yoy menjadi Rp1.124 triliun. Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatatkan penyaluran kredit Rp652 trilun, tumbuh 8,4 persen yoy.

Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, bank-bank tersebut membukukan angka kredit gabungan Rp3.502 triliun, tumbuh 11 persen yoy. "Bank-bank yang kami pantau mampu mempertahankan momentum pertumbuhan kredit pada Agustus 2023," tulis Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi dan Brandon Boedhiman dalam risetnya pada Selasa (3/10/2023).

Pertumbuhan kredit bank ditopang oleh likuiditas dan angka simpanan yang memadai. Tercatat, rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) bank jumbo ada berada pada level 83,7 persen pada Agustus 2023. Lalu, total simpanan mencapai Rp4.182 triliun, tumbuh 8,8 persen yoy.

Sejumlah bank sendiri telah menyiapkan amunisi untuk menggenjot penyaluran kredit mereka pada paruh kedua 2023.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan sebagai bank dengan kekuatan inti pada bisnis wholesale, Bank Mandiri akan fokus mengintensifkan pertumbuhan bisnis value chain berbasis ekosistem nasabah dalam mendongkrak penyaluran kredit.

Tak lupa, potensi kewilayahan dan sinergi perusahaan anak akan menjadi competitive advantage untuk menghadirkan layanan yang terbaik dan termodern, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang konsisten dan berkelanjutan.

Bank Mandiri juga mengandalkan sinergi dengan anak usaha. “[Kami] akan terus mempertajam sinergi anak perusahaan untuk menciptakan ekosistem bisnis Mandiri Group yang terintegrasi,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis pada Senin (2/10/2023).

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan dalam menggenjot kredit BNI memiliki pipeline yang kuat di segmen wholesale hingga akhir tahun, yaitu perusahaan blue chip dari beberapa sektor ekonomi yang prospektif dan resilient, termasuk yang fokus pada mendukung green loan, hilirisasi sumber daya alam, dan manufaktur.

Di samping itu, ada tren penguatan daya beli masyarakat dan belanja pemerintah sehingga meningkatkan kredit sektor konsumer. Kondisi ini diharapkan memberikan efek pengganda ke sektor produktif yang akan dimanfaatkan BNI.

"Memasuki semester kedua 2023, kami optimistis kredit akan terus tumbuh sesuai dengan target pertumbuhan kredit perseroan sebesar 7 persen hingga 9 persen pada akhir 2023," katanya dalam keterangan tertulis pada bulan lalu (21/9/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper