Premi Simas Net Didominasi Asuransi Kendaraan dan Perjalanan

PT Asuransi Simas Net mencatat asuransi kendaraan dan asuransi perjalanan menjadi dua produk penyumbang utama premi perusahaan.
Anggara Pernando | 19 Juli 2016 23:19 WIB
Presiden Direktur PT Asuransi Simas Net Teguh Aria Djana (kiri) bersama Direktur Utama PT Telesindo Shop Hengky Setiawan (tengah) berbincang usai peresmian PT Asuransi Simas Net di Jakarta, belum lama ini. PT Asuransi Simas Net didukung teknologi informasi dan sistem Customer Relationship Management (CRM) yang memudahkan konsumen mendaftarkan diri secara online melalui situs www.asuransisimasnet.com. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Simas Net mencatat asuransi kendaraan dan asuransi perjalanan menjadi dua produk penyumbang utama premi perusahaan.

Teguh Aria Djana, Presiden Direktur Simas Net, menuturkan tahun ini hingga Semester I/2016 terjadi kenaikan pendapatan premi asuransi perjalanan  6,5%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  

Puncak penjualan asuransi perjalanan terjadi sepanjang April dan Mei. Sedangkan penjualan tertinggi terjadi pada Mei yang tumbuh 20% dibandingkan periode April.

“Hal ini menandakan masyarakat membeli tiket jauh-jauh hari [sebelum periode liburan]. Tidak mepet,” kata Teguh di Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan, lini bisnis asuransi perjalanan ini yang menjadi penyumbang utama berasal dari perjalanan domestik. Dia mencatat dari premi yang masuk 80% berasal dari perjalanan di dalam negeri.

Simasnet sendiri mengandalkan asuransi kendaraan dan asuransi perjalanan sebagai sumber utama perolehan premi. “[Pendapatan premi] dari kendaraan bermotor sekitar 50% dan dari travel 30% sisanya yang lain-lain,” ujarnya.

Teguh tidak menyebutkan capaian premi hingga akhir Triwulan II/2016. Akan tetapi, hingga triwulan I/2016 Simas Net tercatat mengalami pertumbuhan premi bruto 96,25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga Maret 2016 perusahaan membukukan premi bruto Rp4,61 miliar sementara tahun lalu tercatat Rp2,3 miliar. Peningkatan pendapatan premi ini turut mendongkrak laba perusahaan. Hingga Maret perusahaan membukukan laba tumbuh 108% dari Rp1,8 miliar tahun lalu menjadi Rp3,76 miliar di Semester I/2016.

Sedangkan hingga akhir tahun perusahaan di bawah naungan grup Sinar Mas ini menargetkan dapat tumbuh 455%. Tahun lalu perusahaannya meraup premi Rp18 miliar sedangkan hingga akhir tahun nanti pemegang saham menargetkan perusahaan dapat meraup Rp100 miliar.

Untuk memperoleh target premi ini, perusahaan memperkirakan channel affinity masih menjadi pengumpul utama premi perusahaan selain melalui penjualan langsung. Untuk itu pihaknya menargetkan dapat menambah mitra e-commerce yang akan menjadi mitra bundling produk Asuransi Simas Net.

Inkes Lukman, Direktur PT Asuransi Allianz Utama Indonesia menyatakan asuransi perjalanan akan terus tumbuh di Indonesia. Dia mencatat dari seluruh perjanan yang terjadi di Indonesia pengguna asuransi perjalanan masih sangat kecil yakni di bawah 5%.

Padahal pada saat yang sama pertumbuhan perjalanan justru meningkat. Sepanjang 2015 terjadi pertumbuhan perjalanan hingga 13,65% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag : premi
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top