PENURUNAN BUNGA KUR: Waktunya Dinilai Belum Tepat

Wacana menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 7% dari 9% yang dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai belum waktunya dilakukan.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan kebijakan tersebut belum bisa direalisasikan saat ini karena pihaknya sudah menaikan target penyalurannya sebanyak 10% tahun ini. Jika diubah, dia takut target penyalurannya tidak tercapai seperti yang diinginkan.
Hadijah Alaydrus | 27 April 2017 20:29 WIB
Darmin Nasution - Reuters/Enny Nuraheni

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 7% dari posisi saat ini 9% dinilai belum cukup tepat dilakukan pada saat ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kebijakan tersebut belum bisa direalisasikan saat ini karena pihaknya sudah menaikkan target penyalurannya sebanyak 10% tahun ini. Jika diubah, dia takut target penyalurannya tidak tercapai seperti yang diinginkan.

"Kami sudah naikkan targetnya. Kami hanya ingin supaya KUR itu mulai naik porsinya di sektor produksi, bukan di perdagangan. Itu dulu deh," katanya, Kamis (27/4).

Tahun ini, Kemenko Bidang Perekonomian memperbesar porsi KUR untuk sektor produksi dari semula 23% menjadi 40%.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan diupayakan turun sebesar 7% pada tahun ini. Alasannya, langkah tersebut harus diambil mengenjot pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM) dalam membuka usaha.

Dengan demikian, Wakil Presiden yakin pendapatan masyarakat akan terdongkrak sehingga jurang ketimpangan antara si kaya dan si miskin berkurang.

Tag : manufaktur, kur, bunga kredit
Editor : Lutfi Zaenudin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top