Seacen serukan bank sentral jadi regulator sistemik

JIMBARAN: Forum bank sentral negara-negara Asean (South East Asia Central Bank/Seacen) menyerukan agar bank sentral tetap berperan sebagai regulator sistemik, meskipun perdebatan mengenai perlunya lembaga sejenis dalam sebuah negara masih berlangsung.Hal
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  10:10 WIB

JIMBARAN: Forum bank sentral negara-negara Asean (South East Asia Central Bank/Seacen) menyerukan agar bank sentral tetap berperan sebagai regulator sistemik, meskipun perdebatan mengenai perlunya lembaga sejenis dalam sebuah negara masih berlangsung.Hal ini dikemukakan Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah membacakan kesimpulan seminar Seacen yang berlangsung di Jimbaran, Bali, hari ini. Seruan ini dapat membantu regional dalam memperbaiki sektor keuanganMengutip pernyataan Direktur Eksekutif Seacen AG Karunasena, dia menyebutkan bank sentral harus fokus pada stabilitas keuangan dan stabilitas moneter guna mencapai target stabilitasi dan pertumbuhan ekonomi makro."Tujuan utama kebijakan keuangan dan moneter adalah mencapai stabilitas di sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Hasil ini akan itu akan dilaporkan kepada dewan gubernur pada Februari [2011] , jika setuju maka diketok [dilaksanakan]," ujarnya.Sebelumnya, Tarisa Watanagase, mantan Gubernur Bank of Thailand, mengatakan sektor keuangan adalah sektor penting dalam perekonomian. Sementara itu, bank memegang peranan penting sebagai intermediasi dalam menggerakkan ekonomi melalui penyaluran modal. "Dengan begitu, jika tidak menjadi pengawas satu-satunya, bank sentral seharusnya mengawasi sebagian besar sektor keuangan. Karena jika terjadi kesalahan, maka akan menjadi masalah besar ke dalam seluruh perekonomian," terangnya.Alistair Milne, staf pengajar City University London, menambahkan Asean perlu memperkuat aturan dan pengawasan atas kegiatan lembaga keuangan nonbank yang juga menjadi penyebab utama sejumlah krisis di sektor keuangan. "Perkuat regulasi pasar modal dan kebijakan likuiditas," tegas Alistair Milne, staf pengajar City University London dalam sesi yang membahas optimalisasi modal bank dan kebijakan likuiditas untuk stabilitas keuangan. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top