Bank Mutiara bidik kredit Rp2,7 triliun

JAKARTA: PT Bank Mutiara Tbk pada 2011 akan memperbaiki struktur neraca keuangan dengan konsentrasi pada pengkucuran kredit setelah pada tahun ini fokus kepada penghimpunan likuiditas. Bank itu membidik kredit sebesar Rp2,7 triliun pada tahun depan.Dirut
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  10:51 WIB

JAKARTA: PT Bank Mutiara Tbk pada 2011 akan memperbaiki struktur neraca keuangan dengan konsentrasi pada pengkucuran kredit setelah pada tahun ini fokus kepada penghimpunan likuiditas. Bank itu membidik kredit sebesar Rp2,7 triliun pada tahun depan.Dirut Bank Mutiara Maryono mengatakan pada tahun depan perseroan akan fokus kepada penyaluran kredit guna mendorong penggunaan dana yang nganggur (idle capacity), sehingga bisa mendulang keuntungan."Likuiditas kita saat ini melimpah, setelah pada tahun ini konsentrasi kepada penghimpunan likuiditas. Pada tahun depan kami akan konsentrasi untuk menyalurkan kredit," ujarnya dalam Public Expose Bank Mutiara, hari ini.Menurut dia, perseroan sedikitnya menargetkan penyaluran kredit sebesar 20% jika dibandingkan dengan tahun ini. Namun, EVP Loan Banking Bank Mutiara Candra Utama mengatakan perseroan membidik penyaluran kredit net sebesar Rp2,7 triliun."Pada 2011 kredit kami akan tumbuh Rp2,7 triliun, sebanyak 30% akan dialokasikan ke segmen konsumer dan 70% ke segmen UMKM [usaha mikro kecil dan menengah]. Dari 70% itu 15% untuk mass product, kredit produktif 15%, dan 40% ke segmen komersial," jelasnya.Hingga 30 November 2010 Bank Mutiara membukukan portofolio kredit sebesar Rp79 triliun, naik 19,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp4,86 triliun.Direktur Ritel Banking Bank Mutiara Benny Purnomo mengatakan selain meningkatkan penyaluran kredit perseroan akan memperbaiki struktur dana pihak ketiga (DPK) dari yang saat ini didominasi oleh simpanan deposito.Menurut dia, saat ini simpanan deposito memberikan kontribusi 89% terhadap DPK, sedangkan giro dan tabungan sekitar 11%. "Sebelumnya penuh hirup-pikuk dana terbang, maka tahun ini kami fokus ke penghimpunan likuiditas. Pada tahun depan kami tingkatkan kombinasi tabungan dan giro. Deposito akan kami turunkan ke 85%," jelasnya.Meski porsi deposito turun 4%, sambungnya, komposisi tabungan akan meningkat 100% dan giro sebesar 80% untuk mendorong kontribusi dana murah itu menjadi 15%. Pada tahun depan, tambahnya, dana pihak ketiga diproyeksikan mencapai Rp10,5 triliun.Pada November 2010 DPK Mutiara mencapai Rp8,03 triliun, naik 35% jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu Rp5,95 triliun. Dana masyarakat jenis deposito mencapai Rp7,29 triliun, tabungan Rp357 miliar dan giro Rp379,9 miliar.Kenaikan kredit dan DPK mendorong aset bank milik Lembaga Penjaminan Simpanan itu naik 23,6% menjadi Rp9,3 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,53 triliun. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top