BRI akan jaga kenaikan laba

News Editor | 15 Desember 2010 12:32 WIB

JAKARTA : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk akan terus berusaha melakukan serangkaian aksi dalam menjaga laba terus tinggi seiring dengan penurunan Net Interest Margin (NIM).

Kepada Divisi Bisnis Mikro BRI Windiartono menyatakan NIM yang besar dari bank pelat merah ini akan tergerus karena persaingan dari bank lain dan juga tekanan dari Bank Indonesia (BI).

Untuk itu, tuturnya, BRI akan terus berusaha menggantikan laba yang tergerus akibat penurunan NIM. Kita akan perbanyak jaringan untuk lebih banyak main di volume (kredit). Kalau kita spreadnya sedikit tapi volumenya (kredit) besar maka laba akan terjaga, kata Windiartono di Tangerang hari ini.

Selain memperbanyak jaringan, tambahnya, BRI juga akan meningkatkan layanan baik dalam kredit atau simpanan. Kita juga akan melakukan pemasaran langsung, kata dia.

Menurut data Bisnis, Direktur Utama BRI Sofyan Basyir berencana untuk menurunkan NIM di tahun 2010. Kita akan turunkan dari 9,6% saat ini menjadi 8,9% tahun depan," kata Sofyan

Ia mengatakan, NIM tersebut bisa turun dengan cara penurunan terhadap bunga kredit. "Seberapa besar bunga pinjamannya akan turun, masih dihitung, lanjut Sofyan.

NIM adalah perbedaan persentase antara pendapatan bunga yang dihasilkan oleh aktiva bank dan biaya besar-bunga yang dibayarkan kepada para deposan. NIM rata-rata perbankan nasional cukup tinggi bila dibandingkan negara lain.

Hingga Juli 2010, rata-rata NIM perbankan mencapai 5,78%, naik 3,9% dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan NIM perbankan di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam berada di bawah 4%. BI menekan perbankan untuk menurunkan NIM sebagai bentuk efisiensi dalam operasional. (api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top