Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPO Bank Sumut dinilai perlu ditunda

News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Februari 2011  |  09:55 WIB

MEDAN: Rencana Bank Sumut untuk go public dinilai perlu ditunda dulu sebelum bank milik Pemprovsu tersebut benar-benar mandiri dan profesional.

Wakil Komisi C DPRD Sumut Mustofawiyah Sitompul mengatakan agar initial public offering (IPO) Bank Sumut ditunda dulu. Hal ini terungkap pada rapat dengar pendapat Komisi C DPRD Sumut dengan Kepala Bank Indonesia Sumut dan Aceh, hari ini.

Hal senada juga dikatakan anggota Komisi C Hidayatullah. Menurut dia, Bank Sumut belum siap dilihat dari adanya Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) yang diproyeksikan cenderung menurun akibat kemampuan bank relatif rendah untuk memperkuat modal.

Pada Desember 2010 telah dilakukan penambahan modal disetor sebesar Rp211 miliar namun CAR masih sebesar 14,12% (benchmark 15%) sehingga diharapkan pemegang saham untuk melakukan setoran modal yang lebih besar.

APBD Sumut gak sanggup tambah modal terus. Kita sejak awal memang kurang setuju Bank Sumut ekspansi. Tunggu ada PAD dulu ke Sumut dan untungnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur barulah bisa pelepasan saham, ujarnya.

Saat ini, pemberian kredit oleh Bank Sumut juga masih terkonsentrasi pada kredit konsumsi. Dimana posisi per Desember 2010 sebesar 66,98%, sehingga diharap bank lebih meningkatkan kredit produktif sebagaimana visi bank adalah membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah.

Sebaliknya, Kepala Bank Indonesia Sumut dan Aceh Nasser Aturf dengan bulat mendukung agar Bank Sumut melakukan pelepasan saham perdana (IPO) senilai 20% pada 2012.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top