BI & Kemendiknas integrasikan pendidikan keuangan di SD serta SMP

JAKARTA: Bank Indonesia bersama dengan Kementerian Pendidikan Nasional mengimplementasikan integrasi pendidikan keuangan atau perbankan ke dalam kurikulum pendidikan formal pada pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai tahun ajaran
Intan Permatasari
Intan Permatasari - Bisnis.com 26 September 2011  |  07:41 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia bersama dengan Kementerian Pendidikan Nasional mengimplementasikan integrasi pendidikan keuangan atau perbankan ke dalam kurikulum pendidikan formal pada pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai tahun ajaran 2011/2012.Ketua Tim Arsitektur Perbankan Indonesia BI Anto Prabowo mengungkapkan edukasi keuangan ini merupakan upaya mengenalkan sejak dini mengenai keuangan khususnya untuk menumbuhkembangkan budaya menabung.Program ini, lanjut dia, merupakan program berkelanjutan sejak dicanangkannya Gerakan Indonesia Menabung (GIM) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bulan Februari 2010."Implementasi dilakukan melalui beberapa tahap yang dimulai dari penerapan di enam daerah yaitu Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar. Kami menunjuk dua belas sekolah di masing masing daerah sebagai pilot project," ujarnya pagi ini.Dia memaparkan pendidikan keuangan akan diintegrasikan kedalam mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) tidak hanya dalam bentuk intrakurikuler namun juga dalam bentuk ekstrakurikuler. Topik yang dibahas adalah arti uang yang terbagi dalam sub topik uang dan manfaatnya, buku uang jajan, pengenalan jenis mata uang, mengidentifikasi keaslian mata uang, jenis surat berharga, dan jenis alat pembayaranSelanjutnya, kata dia, topik fungsi perbankan yang terbagi dalam sub topik peran perbankan, jenis lembaga perbankan dan jenisnya, jenis manfaat produk perbankan, sistem perbankan elektronik, jenis keuntungan perbankan, dan keamanan perbankan.Anto menuturkan proses integrasi pendidikan keuangan ini melibatkan BI, Kementerian Pendidikan Nasional, kalangan akademisi yaitu dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung dan dinas pendidikan di setiap kota.Selain itu, lanjut dia, BI memfasilitasi penyelenggaraan workshop untuk guru IPS. Untuk menjaga kualitas mutu materi yang akan diajarkan, tutur dia, dalam proses integrasi ini didukung penyusunan naskah akademis program.Selain itu, kata dia, penyusunan naskah integrasi edukasi keuangan ke dalam mata pelajaran IPS pada SD dan SMP dan penyusunan  strategi pengajaran program keuangan yang bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Program ini, kata dia, juga didukung dengan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan edukasi keuangan di SD dan SMP.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top