Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BII incar kredit tumbuh minimal 20%

JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk menargetkan tumbuh di atas rata-rata industri perbankan nasional setelah melakukan penggalangan dana melalui penerbitan obligasi. Bank milik Maybank Group itu mengincar pertumbuhan kredit di level 20%-25%
Saeno
Saeno - Bisnis.com 08 November 2011  |  20:31 WIB

JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk menargetkan tumbuh di atas rata-rata industri perbankan nasional setelah melakukan penggalangan dana melalui penerbitan obligasi. Bank milik Maybank Group itu mengincar pertumbuhan kredit di level 20%-25% tahun depan.Plt. Dirut BII Rahardja Alimhamzah mengatakan perseroan akan memiliki kemampuan dana jangka panjang dan permodalan yang lebih besar setelah memperoleh dana dari penerbitan obligasi senior dan obligasi subordinasi.“Kenapa kami melakukan ini [menerbitkan subdebt]? Karena perlu meningkatkan modal kami. Adapun senior debt untuk mengembangkan bisnis yang ada karena rata-rata didominasi oleh kredit jangka panjang,” ujarnya dalam konferensi pers, hari ini.BII akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I/2011 sebesar Rp4 triliun. Pada tahap I obligasi yang akan diterbitkan menyerap sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Penerbitan obligasi tahap I ini dibagi dalam dua skema, yakni seri A dan seri B.Obligasi seri A berjangka 3 tahun dengan indikasi kisaran bunga 7,75%--8,5% per tahun dan dibayarkan tiap kuartal. Obligasi seri B berjangka waktu 5 tahun dengan indikasi kisaran bunga 8,75%--9,5% per tahun dan dibayarkan setiap kuartal.Adapun subdebt berkelanjutan I/2011 BII yang akan diterbitkan tahap I sebanyak-banyaknya menyerap Rp500 miliar dari rencana total Rp2 triliun. Subdebt berjangka waktu 7 tahun itu ditawarkan dengan kisaran bunga 10%--10,75% per tahun dan dibayarkan tiap kuartal.Total penerbitan obligasi dan subdebt berkelanjutan I mencapai Rp6 triliun, sehingga tahap I diharapkan menyerap dana sebanyak-banyaknya Rp2,5 triliun.Sebanyak 6 penjamin emisi membantu aksi korporasi itu, PT Bahana Securities, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Kim EngSecurities, dan PT OSK Nusadana Securites Indonesia. Adapun PT Bank Mandiri Tbk menjadi wali amanat.Menurut Rahardja, kemampuan permodalan perseroan akan lebih besar setelah menerbitkan subdebt, sehingga pada tahun depan bisa mengucurkan kredit di level 20%-25%. Tahun depan, kredit perbankan diproyeksikan tumbuh 20%-22%.“Kami ingin minimal tumbuh sebesar industri, tapi tentu kami targetkan di atas industri, karena fundamental perekonomian kita pada dasarnya masih bagus. Permintaan pada segmen konsumer, komersial dan usaha kecil masih besar,” tuturnya. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top