Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KREDIT BANK: Gara-gara agunan, sektor perikanan dihindari

JAKARTA: Bank Indonesia mengungkapkan industri perbankan enggan menyalurkan kredit kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah di bidang perikanan lantaran risiko yang tinggi dan tidak adanya kepastian agunan.Kepala Departemen Kredit Bank Perkreditan
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  16:54 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia mengungkapkan industri perbankan enggan menyalurkan kredit kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah di bidang perikanan lantaran risiko yang tinggi dan tidak adanya kepastian agunan.Kepala Departemen Kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Indonesia (BI) Zainal Abidin mengungkapkan total baki debet penyaluran kredit UMKM di bidang perikanan hanya mencapai 0,7% atau Rp2,6 triliun dari total kredit UMKM Rp471 triliun per Februari 2012."NPL [non performing loan/ kredit bermasalah] di sektor perikanan tangkap tinggi. Nelayan kan pindah-pindah lokasi. Mereka jual ikan di laut lepas ke kapal asing. Jadi sering kali sulit dicari, sehingga itu sudah terhitung NPL," ujarnya, 9 Mei 2012.Menurutnya ketidakteraturan pembayaran cicilan didukung oleh ketiadaan agunan berupa tanah maupun aset lainnya membuat penyaluan kredit ke sektor perikanan tangkap menjadi momok bagi industri perbankan.Zainal menyarankan salah satu jalan keluar bagi persoalan ini adalah penggunaan asuransi kapal bagi nelayan guna memitigasi risiko. Dia mengakui cara tersebut sudah digunakan oleh beberapa bank yang sudah memiliki ansabah tetap."Ini memang bukan tugas mudah, persoalan penyaluran kredit ini juga terkait karakter dan perilaku, sehingga bank harus mengedukasi nasabah," tegasnya.Senada dengan Zainal, Direktur Utama PT Bank central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menilai risiko kredit perikanan cukup tinggi sebab itu perseroan tidak menyalurkan kredit ke lini bisnis tersebut."Kami tidak menyalurkan kredit ke perikanan, hanya cold storage. Perikanan risiko tinggi dan tidak ada jaminan yang solid seperti tanah dan bangunan," jelasnya.Meski demikian, Direktur UMKM PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Djarot Kusumayakti menilai penyaluran kredit perikanan tidak akan mengalami persoalan apabila dikelola dengan benar.Adapun hingga Maret 2012 posisi baki debet BRI bagi kredit perikanan mencapai Rp941,05 miliar, atau 80,32% dari total target penyaluran sepanjang tahun Rp1,02 triliun.Nilai tersebut hanya mencapai 0,33% dari total baki debet kredit perseroan secara keseluruhan Rp283,14 triliun per Maret 2012."BRI ini sejak awal berdiri bernama Bank Kelompok Tani dan Nelayan, kami juga memiliki cabang pesisir yang hanya menyalurkan kredit ke  nelayan. Selama ini nelayan adalah sektor yang produktif, saya pikir kalau pengelolaan baik tidak akan masalah," tegasnya.Adapun sebelumnya pada Februari 2012 BRI telah menandatangai komitmen penyaluran kredit perikanan Rp1,5 triliun dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Meski demikian Djarot menilai kerja sama tersebut belum menunjukan hasil yang signifikan dalam mendorong kredit di bidang perikanan. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top