Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI BUKOPIN: Negara Dirugikan Rp59 Miliar

JAKARTA: Kejaksaan Agung menyatakan kerugian negara dari dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat pengering gabah atau "drying center" oleh Bank Bukopin dan PT Agung pratama Lestari, mencapai Rp59 miliar.Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 Desember 2012  |  05:46 WIB

JAKARTA: Kejaksaan Agung menyatakan kerugian negara dari dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat pengering gabah atau "drying center" oleh Bank Bukopin dan PT Agung pratama Lestari, mencapai Rp59 miliar.Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Jumat, menyatakan kerugian negara itu diperoleh dari hasil penghitungan oleh akuntan publik Nursehan dan Sinarharja."Adapun dari hasil pemeriksaan berdasarkan surat akuntan publik Nomor: 110/NNS/Sket/XII/12 tanggal 13 Des 2012 dan tanggal 17 Desember 2012, diketahui kerugian negara sebesar Rp59.584.529.500," katanya, Jumat (21/12).Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan pihaknya tidak melakukan audit kerugian negara terhadap bank tersebut mengingat saham pemerintah di bank itu di bawah 15%.Namun Kejagung bersikukuh bisa membuktikan adanya unsur kerugian negara dan menggandeng auditor atau akuntan publik. Di dalam kasus yang sudah disidik sejak pertengahan 2008, telah ditetapkan 11 orang tersangka.Kapuspenkum menyebutkan penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 saksi. "Sebanyak 20 saksi sudah diperiksa," katanya.Yang jelas, kata dia, pihaknya ingin segera menuntaskan penanganan kasus tersebut hingga bisa dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi.Kasus ini bermula ketika Direksi PT Bank Bukopin memberikan fasilitas kredit kepada PT Agung Pratama sebesar Rp69,8 miliar pada 2004 yang dikucurkan dalam tiga tahap.Kredit itu dikucurkan untuk membiayai pembangunan alat pengering gabah "drying center" pada Bulog Divre Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, sebanyak 45 unit.Namun, fasilitas kredit tidak digunakan sebagaimana mestinya, seperti pada pengadaan spesifikasi merek dan jenis mesin. Akibat pemberian kredit itu, penyidik menyatakan, terjadi kredit macet di Bank Bukopin ditambah bunga sebesar Rp76,24 miliar.Dari kasus ini, penyidik sudah menetapkan 11 tersangka yang mayoritas diantaranya merupakan karyawan Bukopin dan juga seorang pihak dari PT. Agung Pratama. (Antara/Mtb/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top